Duniaekspress, 24 Juni 2017,

Pada Rabu, 21 Juni 2017 yang lalu Masjid An-Nuri yang bersejarah meledak dan rata dengan tanah. Masjid ini terkenal dengan menara miringnya yang disebut Al-Hadba, mirip dengan menara Pisa di Italia. Masjid bersejarah ini dibangun pada abad 12 oleh Kesultanan Seljuk pada masa Nurudin Zankie. Posisi masjid berada dalam penguasaan ISIS karena di menara Al-Hadba tersebut terdapat bendera ISIS yang berkibar sejak Mosul dikuasai mereka.

posisi pasukan koalisi dan ISIS saat Masjid An-Nuri meledak

Bagi ISIS, masjid ini begitu bersejarah, karena di masjid inilah khalifah mereka, Abu Bakar Al Baghdadi pada 4 Juli 2014, saat  khutbah jumat sekitar 3 tahun yang lalu mendeklarasikan berdirinya kekhalifahan ISIS, sehingga ISIS berubah nama menjadi IS saja.

Khalifah IS Abu Bakar Al Baghdadi saat kutbah jumat di Masjid An-Nuri tahun 2014

ISIS melalui medianya, Amaq, mengatakan bahwa masjid An-Nuri diledakkan oleh serangan pasukan koalisi amerika. Namun pimpinan koalisi amerika, Mayjen Joseph Martin membantah ini dan secara resmi mengutuk ISIS atas kehancuran bangunan bersejarah. Ia mengatakan ini adalah kejahatan terhadap rakyat Mosul dan Irak secara keseluruhan.

screen shot media ISIS “amaq” yang menuduh amerika membom masjid An Nuri

Momen terjadinya kehancuran tersebut terekam oleh video, link video dapat dilihat di bawah ini:

video amatir momen meledaknya masjid 

Analisa peristiwa peledakan menunjukkan bahwa di dalam masjid telah dipasang banyak bahan peledak, bahkan di dalam menaranya itu sendiri. Hal itu dapat terlihat dari screenshot momen meledaknya masjid pada gambar di bawah ini:

screenshot video amatir saat menara masjid meledak

Terlihat debris bahan-bahan yang terlempar ke beberapa sisi berasal dari ledakan beberapa bahan eksplosif yang ditanam di dalam menara. Jadi klaim ISIS bahwa hancurnya masjid karena pemboman pasukan koalisi amerika tidak terbukti

Beberapa analis berteori tentang mengapa ISIS/IS meledakkan Masjid An-Nuri adalah karena ISIS/IS tidak ingin simbol tempat deklarasi kekhalifahannya dikuasai oleh Irak ataupun amerika sehingga lebih baik dihancurkan. Bagi pasukan musuh, yaitu Irak dan koalisinya, peristiwa ini menunjukkan simbol kekalahan ISIS di Irak.

Dalam syariat Islam, Alloh subhaana wata’ala menyebut pelaku penghancuran masjid sebagai orang yang berbuat kerusakan

(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa” (QS Al-Hajj: 40)

(AZ)