duniaeksprees, 07 Juli 2017, Kepadatan penduduk dan kemacetan  di ibukota negara, sebagai salah satu sebab dari adanya rencana pemindahan ibu kota negara, pada suatu daerah lain, dan rencana ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Komisi II DPR RI Zainudin Amali, walaupun baru sebatas  wacana tentang pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke daerah lainnya.

“Ketika presiden menyampaikan akan menugaskan Bappenas untuk mempelajari pemindahan Ibu Kota langsung kita mendukung,” kata Amali di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Menurutnya, tak ada alasan lagi untuk tidak memindahkan pusat Ibu Kota Jakarta dengan kondisi saat ini.

“Kita harus sekarang lakukan itu, kalau tidak bisa dibayangkan sekarang saja kondisi Jakarta sudah seperti ini, apalagi kalau 5-10 tahun yg akan datang. Negara lain juga lakukan itu. Itu jadi kebutuhan buat kita,” tegasnya.

Soal lokasinya, politisi Golkar ini menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk mengkaji yang layak dijadikan pusat Ibu Kota.

Nantinya, lanjut Amali, DKI dikhususkan untuk pusat ekonomi, perdagangan, dan bisnis.

“Pemerataan pembangunan, itu bisa didorong ke luar Pulau Jawa dan urbanisasi. Karena kalau tetap ada di Jakarta orang mau tidak mau tetap akan berbondong-bondong ke sini. Karena di luar Pulau Jawa sangat timpang,” ucapnya.

Kendati demikian, kata Amali, pemerintah dan DPR belum ada pembicaraan mengenai pemindahan Ibu Kota tersebut.

“Secara resmi belum. Itukan masih wacana. Tapi dengan pernyataan kepala Bappenas kemarin kami melihat ini sudah serius. Dan kita harapkan kalau perencanannya selesai tahun ini. Tahun depan sudah ada action apa yang bisa dilakukan 2018-2019 tersebut,” pungkasnya. Dengan adanya wacana pemindahan ibu kota negara, diharapkan dapat mengurangi kepadatan penduduk jakarta dan mengurangi kemacetan dijalanan jakarta, akankah harapan ini segera terwujud.(AB/duniaekspess/teropongsenayan).