Duniaekspress, 12 Juli 2017.

As Salamu Alaikum, Ustadz bagaimana cara  untuk ikhlas dalam beramal. Lisan sudah mengucap ikhlas tapi hati masih terbersit rasa riya’,  kurang ikhlas. Sudah mencoba untuk beramal dengan niat Lillahi Ta’ala namun masih saja belum bisa.

Jawab:

Memang ikhlas itu sulit bagi org tertentu. Saking sulitnya hingga Imam Ibnu Sirin berkata: “Tidak ada yang paling sulit untuk kuperbaiki melainkan niatku”.

Niat itu, mengosongkan (tujuan ibadah) kepada selain Allah Ta’ala. kata Ar Raghib dalam Mufradatnya. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung dengan niat-niat. Dan sesungguhnya setiap orang tergantung dengan yang diniatkannya. Maka barangsiapa hijrahnya kepada dunia yang dicarinya, atau kepada wanita yang ia nikahi. Maka hijrahnya kepada yang ia hijrah kepadanya.” (HR. Bukhari).

Imam Ahmad berkata: Telah menceritakan kepada kami Zaid bin Al Hubaab. Telah menceritakan kepada saya Abdul Wahid bin Ziyad. Telah menceritakan kepada kami Ubadah bin Nusiy dari Syadaad bin Aus -semoga Allah meridhoinya- diriwayatkan (pada suatu hari) beliau sedang menangis, lalu ada yang bertanyakan kepadanya: “Apa yang membuatmu menangis?” Ia berkata: “Sesuatu yang saya dengar langsung dari Rasulullah SAW, ia berkata: “Yang paling saya takutkan atas umatku adalah kesyirikan dan syahwat tersembunyi (khafi)”. Aku bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah umatmu akan mempersekutukan Allah sepeninggalmu nanti?” Beliau bersabda: “Iya, adapun mereka, mereka tidak akan menyembah matahari, bulan, batu, dan berhala akan tetapi mereka berbuat riya’ dalam amal-amal mereka dan syahwat tersembunyi adalah ketika salah seorang di antara mereka berpuasa lalu muncullah syahwatnya kemudian ia meninggalkan puasanya.”

Maka, -untuk menghadirkan keikhlasan dan beribadah ikhlas Lillahi Ta’ala- yang harus ibu lakukan adalah dengan memperbanyak doa Kepada Allah Agar Diberi Keikhalasan, mengingat selalu bahaya riya, bahwa riya akan menghapuskan pahala yang sedang kita kerjakan.

Sering-sering pula mengingatkan kebesaran Allah, nikmat-nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita hingga kita harus memperlihatkan bentuk kesyukuran kita dengan beribadah hanya kepadaNya saja dan memurnikan keikhlasan dalam ibadah, bahwa ibadah kita semata-mata hanya untukNya.

Dan perlu juga ditambahkan, perbaiki pergaulan kita, jangan banyak bergaul dengan orang-orang yang suka riya, suka pamer harta dan keshalihan. bergaulan dengan orang-orang yang ikhlas, orang-orang yang shalih.(AB/duniaekspress/satushof).