Duniaekspress, 13 Juli 2017. Pasukan AS dan pasukan koalisi internasional kemungkinan akan tetap tinggal di Irak meskipun kelompok militan negara islam atau IS sudah dikalahkan menurut pernyataan Haider Abadi beberapa waktu yang lalu.

poto : Ilustrasi

Isyarat pasukan AS yang tidak akan keluar dari Irak ini disampaikan komandan tertinggi Washington di Irak, Jenderal Stephen Townsend. Komentar itu muncul setelah Baghdad memproklamirkan kemenangan pasukannya atas kelompok Islamic State atau ISIS di Mosul.

Mosul, kota terbesar kedua Irak direbut kembali pasukan pemerintah Baghdad setelah operasi militer bersama tentara Kurdi Peshmerga yang didukung AS selama delapan bulan. Kemenangan tentara Irak juga berkat dukungan serangan udara koalisi internasional yang dipimpin AS,meski telah diumumkan,pertempuran sengit masih terus terjadi,dan para pihak menyebutkan bahwa abadi telah membohongi dunia terkait mosul.

Beberapa politisi dan perdana menteri iraq sendiri jauh hari telah mengatakan bahwa pasukan AS tidak lagi dibutuhkan dimosul apabila kota nomor dua terbesar diiraq itu telah direbut kembali.

Menurutnya, jumlah pasukan AS tidak akan berubah dalam waktu dekat. ”Jadi pertempuran ini masih jauh dari selesai. Jadi, saya tidak berharap melihat adanya perubahan signifikan dalam tingkat pasukan kita dalam waktu dekat, karena masih ada kerja keras yang harus dilakukan,” ujarnya.

Misi tempur AS di Irak sejatinya berakhir pada tahun 2011, setelah sebagian besar tentara Amerika pergi. Namun, beberapa kontingen tetap menjadi penasihat untuk tentara Irak.

Selama IS meraih kemajuan pada tahun 2014, militer Irak tidak dapat menghentikan kelompok yang disebut teroris itu. Townsend khawatir situasi semacam itu muncul lagi.

”Kita semua bisa melihat kembali ke akhir tahun 2011 ketika pasukan AS dan koalisi meninggalkan Irak untuk yang terakhir kalinya, dan melihat apa yang dimainkan dalam tiga tahun intervensi tersebut. Saya tidak berpikir kita ingin mengulanginya,” imbuh Townsend, seperti dilansir Russia Today, Kamis. (AB/duniaekspress/rusiatuday).