Mengenal Lebih Dekat Tentang Al-Qa’idah Dan Hubungan Mereka Dengan Al-Zarqawi.

Bagian 4.

baca juga sebelumnya : CAMP HEART BUKTI MELEBURNYA ABU MUS’AB AZ-ZARQOWI PADA AL-QAIDAH.

Duniaekspress, 13 Juli 2017. Karena tujuan kami adalah memancing Amerika agar keluar dari “sarangnya” dan melancarkan serangan-serangan besar ke arah umat kita yang sudah tidak memiliki eksistensi ini, – sebab tanpa adanya serangan dari musuh seperti Amerika ini, sulit diharapkan umat ini akan bangun -, maka senjata utama kami untuk mengalahkan musuh adalah kekuatan umat secara menyeluruh, dengan melibatkan semau potensi dan kemampuan mereka baik kemampuan materi maupun moral.
Hari ini, kita sudah memiliki sistem kepemimpinan yang memiliki kejelian, keikhlasan, dan pengalaman yang telah teruji. Demikianlah juga dengan umat Islam, sudah mulai sedikit demi sedikit terbangun dari tidurnya. Dan Amerika telah merasakan apa yang tidak mereka harapkan, demikian juga dengan sekutu dan boneka-bonekanya.
Tadinya Abu Mush’ab tidak tahu menahu dengan rencana serangan 11 September:

Demikian juga target serangannya. Beliau tidak tahu menahu. Maka kami jelaskan target-target kami kepada beliau dengan baik. Kami paparkan point-point penting pada setiap target ke depan secara berkala, dan kemungkinan Amerika akan melancarkan aksi balas. Kami memprediksi, serangan kali ini hanya mampu memenuhi 20 % target yang kami canangkan. Tapi 20 % ini sudah cukup untuk memancing Amerika untuk melancarkan serangan balasan seperti yang sudah kita perkirakan. Dan terjadilah apa yang terjadi. Dua bulan pasca serangan 11 September, mereka mengeluarkan ancaman untuk memberantas habis Al-Qa’idah di seluruh dunia. Dengan optimis, mereka menyatakan akan mampu mematikan jihad Islam dan menangkapi mujahidin dimanapun berada. Mulai… Amerika mulai ngawur dalam berbicara dan melakukan tindakan. Dan terjadilah apa yang telah kami perkirakan dan rencanakan sebelumnya. Dengan diproklamirkannya “Perang Salib” oleh Bush Jr melawan Islam dan kaum muslimin dimana-mana. Perang salib yang telah berlangsung sejak lama, dan belum berakhir dengan kemenangan komamdan Sholahuddin atas Richard itu, menyisakan banyak sekali pengalaman dan pengajaran e depan yang banyak. Kedunguan dan arogansi Bush dalam melontarkan kata-katanya sendiri, merupakan kemenangan tersendiri bagi kami.

Kita kembali kepada Akhi Abu Mush’ab. Mulailah beliau tinggal di Kandahar, sehingga bisa lebih sering menyertai kami dari pada ketika beliau masih berada di Heart. Di sinilah beliau menerima banyak sekali pelajaran sekaligus memberikan andil besar dalam menjalankan perang global antara kebenaran melawan kebathilan internasional. Kebenaran diwakili oleh pengikut para Rosul dan pengemban risalah dari langit. Sedangkan kebathilan diwakili para pengikut setan dan risalah langit yang telah diselewengkan serta diputar balikkan menurut hawa nafsu segelintir manusia; yang mengedepankan kepentingan pribadinya, walaupun kepentingan itu harus mengorbankan orang lain.

Serangan Amerika ke Afghanistan terjadi akhir tahun 2001. Ketika itu Abu Mush’ab kembali ke Heart dengan pertimbangan agar lebih dekat dengan rekan-rekan dan anggota jama’ahnya. Kami tidak memiliki langkah yang terencana untuk melakukan perlawanan terhadap musuh. Sementara itu kota Heart adalah titik yang sudah lama diincar kaum Syiah, sebab kota ini termasuk bagian terpenting bagi mereka. kamp-kamp latihan, gudang-gudang logistik dan senjata milik Thaliban di sini dibuat luluh lantak oleh musuh. Maka dengan segera, kelompok oposisi Thaliban dan kaum Syi’ah datang ke kota ini dan menguasainya. Tidak ada pilihan bagi para pemuda, baik yang dari Al-Qa’idah, Thaliban maupun jama’ah Abu Mush’ab selain mundur dengan segera dan bergabung dengan kami di daerah-daerah timur Afghanistan. Sebelum Abu Mush’ab dan teman-temannya keluar dari sana, beberapa anggotanya tertangkap dan menjadi tawanan kaum syiah dan pasukan oposisi. Abu Mush’ab terus berusaha untuk membebaskan mereka. tetapi, nampaknya pembebasan bisa dibilang sangat mustahil. Akhirnya, beliau mengumpulkan 25 pasukannya. Setelah bersama-sama melakukan sholat hajat dua roka’at, beliau bersama ke-25 pasukannya ini menyerang tempat dimana teman-temannya ditawan. Serangan ini mendadak, sehingga cukup merepotkan para penjaganya. Serangan yang sungguh sangat gencar dan mematikan, karena para pelakunya hanya mengingkan dua pilihan: membebaskan teman-temannya atau mati karena itu.

Alhasil, para penjaganya kabur, semua ikhwah di sana berhasil diselamatkan tanpa adanya kerugian berarti di fihak beliau. Ini menunjukkan kamp latihan Abu Mush’ab yang berdiri hanya dua tahun itu telah berhasil melahirkan perwira-perwira yang siap berkorban apapun demi mempertahankan prinsipnya dan melindungi saudara-saudaranya. Mereka rela melakukannya, walau harus berhadapan dengan marabahaya. Begitu selesai, Abu Mush’ab dan pengikutnya bersiap keluar dari Heart. Akhirnya mereka berhasil keluar dari sana, mereka keluar dengan menggunakan 135 mobil. Sebab di dalamnya terdiri dari ikhwan-ikhwan Arab anggota Al-Qa’idah setempat dan juga ikhwan dari milisi Thaliban.

Jarak perjalanan menuju kandahar cukup jauh. Sementara pesawat-pesawat musuh terus mengejar dan berpatroli di udara Afghanistan. Tetapi Alhamdulillah, rombongan berhasil sampai di Kandahar dengan selamat.

Tadinya kami memutuskan untuk mempertahankan Kandahar, apapun hasilnya nanti. Maka kami mulai mengungsikan istri-istri dan anak-anak dari ikhwan Arab, dengan mengirim mereka ke Pakistan. Kemudian kami bersiap untuk melakukan perlawanan.

Suatu hari, ada perkumpulan ikhwah-ikhwah yang kami anggap penting. Diantaranya adalah Abu Mush’ab. Entah kenapa, ada satu ikhwan yang menggunakan telepon seluler yang tentu saja memakai bantuan satelit. Saya meninggalkan tempat ini bersama tiga orang ikhwan, beberapa menit setelah ikhwan Arab tadi mengaktifkan ponselnya. Sepuluh menit kemudian, pesawat Amerika menembakkan rudal ke rumah yang kami tempati tadi. Padahal, Abu Mush’ab dan dan beberapa ikhwan masih di sana. Serangan ini mengakibatkan atap rumah Rabboh, untunglah tidak ada satupun ikhwan yang terbunuh. Tetapi sebagian mengalami patah tulang, diantaranya adalah Abu Mush’ab. Beliau mengalami patah tulang pada rusuk dadanya dan sedikit mengalami luka memar akibat tertimpa atap rumah.
Kandahar mulai diserang. Ada keputusan baru dari pimpinan kami, untuk segera mundur ke arah pegunungan dan mengirimkan ikhwan-ikhwan yang terluka ke daerah-daerah aman dan tidak menjadi target serangan. Waktu itu, termasuk Abu Mush’ab diminta agar keluar saja ke Pakistan, sebab ia terluka. Tetapi beliau menolak. Ia ingin terus bergabung dengan kami dan ikut terus dalam perang.

Biasa, Amerika takut melakukan pertempuran langsung berhadap-hadapan. Maka dari itu, mereka selalunya memakai cara menembakkan rudal dari pesawat. Mereka juga memanfaatkan tentara Aliansi Utara yang munafik dan tidak setuju dengan Thaliban untuk melakukan serangan dari darat.

Dari peristiwa di atas, dapat kami katakan bahwa Abu Mush’ab sama sekali tidak ingin lari dan mundur dari peperangan. Walaupun sebenarnya ia memiliki udzur syar’iy untuk tidak ikut.

Pertempuran berjalan tidak seimbang dan tidak berhadap-hadapan langsung. Target serangan Amerika kali ini, kurang lebih adalah sebagai berikut:

  1. Menjatuhkan pemerintahan Islam Thaliban, dan berusaha agar jangan sampai bangkit kembali di masa mendatang. Sebab, pemerintahan inilah yang telah menyediakan tempat yang aman bagi Al-Qa’idah. Maka ini tidak boleh dibiarkan. Sebab, kalau pemerintahan ini terus berkelanjutan akan menjadi embrio tegaknya Khilafah Islamiyah yang selam ini dicita-citakan oleh semua orang islam di berbagai belahan dunia.
  2. Membasmi Al-Qa’idah dan para pemimpinnya. Sekaligus menampakkan sebuah pelajaran bagi siapa saja si masa mendatang, bahwa mereka yang berani mengusik gajah besar (Amerika), harus diberi pelajaran yang setimpal. Ganjaran itu adalah dibasmi sampai habis. Ini termasuk ancaman terbesar yang kami hadapi pertama kali. Tantangan ini harus dihadapi dengan balasan seimbang pula. Maka pemerintah Thaliban mengambil keputusan berani, dengan membubarkan pemerintahan dan melakukan konsolidasi baru dalam menghadapi kenyataan yang sekarang terjadi di Afghanistan. Thaliban juga menargetkan perjuangan selama tujuh tahun ke depan untuk mengalahkan Amerika dan sekutu-sekutunya serta kaum munafik pengkhianat.

Kami segera melakukan apa yang menjadi program kami ini. oleh karena itu, tidak mungkin lagi bagi Al-Qa’idah untuk menampakkan diri di berbagai daerah secara terang-terangan seperti dulu, atau memakai sistem perjuangan lama. Kami dituntut untuk menyebar secara terorganisir dari awal, di setiap tempat yang dapat kami jangkau di seluruh dunia. (AB/duniaekspress).

Bersambung…