Duniaekspress,  18 juli 2017.

Kebanyakan yang tertipu dengan ISIS itu orang-orang baru.!! Mereka tidak paham ulama-ulama jihad itu siapa saja.!!

Syeikh Abu Mus’ab as-Sury pernah ditanya, “Apakah Pemikiran Jihady Identik dengan Pemikiran Takfiri?”

Beliau hafidzahullah menjawab,

“Pemikiran jihad dilandaskan pada upaya menyatukan kaum muslimin untuk melawan musuh-musuh mereka yaitu Yahudi dan Nasrani yang merampas negeri mereka, sedangkan filsafat takfir didasarkan atas pengkafiran umat manusia dan bara’ah dari mereka serta menganggap hanya kelompoknya saja yang termasuk kaum muslimin. Maka pemikiran jihady tidak mungkin bersatu dengan pemikiran takfiry.

Salah satu contoh faham takfir pengikut isis/is

Adapun jika ditinjau dari sudut pandang syari’ah, kami katakan bahwa dalam masalah takfir telah terjadi sikap berlebihan dan meremehkan. Kami tegaskan pula bahwa sesungguhnya yang lebih banyak menyakiti kami sebagai jamaah mujahidin adalah mereka yang berlebihan dalam takfir hingga mereka mengkafirkan kaum muslimin karena mereka dianggap sebagai bagian dari kami. Mereka mengkafirkan semua aktifis islam yang masuk parlemen (tanpa kecuali), mereka juga mengkafirkan kibarul ulama’ oleh sebab tidak mengkafirkan para penguasa -takfir berderet-deret- . Maka, INI BUKANLAH JIHAD.

Lalu kemudian antek-antek Intelijen Internasional memperhatikan dan mengetahui bahwa masalah takfir -yang ditujukan- terhadap umat Islam inilah yang dapat memisahkan para mujahidin dari kaum muslimin, hingga mereka sendirilah yang membuat makar dalam memunculkan kelompok takfiri dengan cermat dan sempurna seperti yang telah terjadi dalam jihad di Aljazair.”

(Syeikh Abu Mus’ab as-Suri adalah seorang peneliti dan Mujahid al-Qaeda asal Suriah yang telah menghabiskan umurnya untuk berjihad. Beliau dinilai sebagai ideologi jihad modern paling jenius dan ditakuti oleh barat karena analisanya.)

Barokallohu fikum.

(AB)

HOME