Duniaekspress, 20 Juli 2017- Ulama Muslim Jerusalem telah meminta semua masjid di kota tersebut ditutup pada hari Jumat untuk memprotes tindakan keamanan Israel yang baru di Masjid Al-Aqsa.

Mufti Agung Muhammad Hussein mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa umat Islam Palestina harus berkumpul di luar gerbang Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan shalat Jum’at.

Protes telah berkembang sejak hari Minggu setelah pimpinan masjid meminta penziarah untuk memboikot detektor logam baru yang terpasang di pintu masuk masjid setelah baku tembak mematikan pekan lalu.

Ribuan orang berdoa di jalan-jalan di luar masjid pada Selasa malam sampai mereka dibubarkan oleh angkatan bersenjata Israel.

Wakaf Islam, yayasan yang bertanggung jawab untuk menjalankan situs tersebut, menilai langkah-langkah keamanan baru yang diterapkan Israel sebagai pelanggaran terhadap “status quo”.

Namun, Israel mempertahankan detektor logam baru yang kontroversial tersebut, Israel mengklaim bahwa apa yang mereka lakukan tidak berbeda dengan tindakan pengamanan di tempat-tempat keagamaan lainnya di dunia.
(fan)