Duniaekspress, 21 Juli 2017– Terkait penutupan secara total Masjid Al Aqsha pada jum’at (14/7/2017) dan untuk pertama kalinya sejak lebih dari 50 tahun lalu, umat Islam dilarang menegakkan shalat Jum’at di Masjidil Aqsha, untuk itu DPP Hidayatullah menyerukan kepada umat Islam Indonesia untuk beristighfar dan bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Karena menurut ketua DPP Hidayatullah ustad Nashirul Haq sudah hampir 100 tahun Masjidil Aqsha, yang merupakan bagian dari aqidah kita, dijajah oleh Inggris lalu dilanjutkan oleh zionis Israel, namun sampai hari ini kita belum mampu ikut membebaskannya.

“Kami mengajak umat Islam Indonesia untuk memperbaiki dan menguatkan terus mujahadah kita melalui doa yang ikhlas, lisan yang terus-menerus menyebarluaskan informasi tentang keutamaan Masjidil Aqsha serta kejahatan penjajah zionis Israel, pengerahan infaq di jalan Allah, serta memberikan dukungan kepada para Mujahidin Palestina yang mengorbankan dirinya demi kemerdekaan Palestina, Baitul Maqdis, dan Masjidil Aqsha,” serunya.

Lebih lanjut Nasirul Haq menjelaskan bahwa ormasnya sejak lama mengikuti dan memperhatikan dengan seksama berbagai kejahatan penjajah zionis Israel terhadap Masjidil Aqsha yang terus meningkat sejak tahun 1948, 1967, 2000 hingga hari ini.

“Harapan akan terwujudnya perdamaian di Baitul Maqdis dan Palestina nampak masih jauh selama penjajah zionis Israel masih dibiarkan oleh masyarakat internasional meneruskan berbagai kejahatan kemanusiaannya,” ujarnya Ketua DPP Hidyatullah di Jakarta Rabu (19/7/2017).
(fan)