Duniaeskpress, 26 juli 2017.

“De-eskalasi sangat mendesak,” Riyad Mansour, perwakilan Palestina, mengatakan dalam sebuah debat Dewan Keamanan PBB mengenai Timur Tengah.

Mansour meminta sebuah “kelanjutan dari semua upaya untuk status status quo bersejarah di kompleks masjid Al-Aqsa” dan mengatakan “ini membutuhkan pencabutan semua tindakan yang melanggar status quo.” Katanya seperti yang mengutip Al Arabiya (25/7/2017)

Lima warga Palestina tewas dalam bentrokan yang dipicu oleh tindakan keamanan Israel yang baru di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Kompleks tersebut meliputi masjid Al-Aqsa yang mulia, situs tersuci ketiga Islam, dan Dome of the Rock.

Sebelumnya Selasa, Israel melepaskan detektor logam dan kamera dari pintu masuk ke kompleks tersebut dan mengatakan akan melakukan “pemeriksaan keamanan dengan teknologi maju dan cara lain.”

Detektor logam dipasang setelah serangan pada 14 Juli yang menembak dua petugas polisi Israel.

Israel menyatakan bahwa peralatan itu diperlukan untuk menghapus penyelundupan senjata ke kompleks tersebut.

Utusan PBB Nickolay Mladenov menyambut baik keputusan untuk menghapus detektor logam tersebut dan mengatakan bahwa presiden Palestina Mahmud Abbas akan mengadakan sebuah pertemuan pada hari Selasa untuk membahas perkembangan tersebut.

Mladenov pada hari Senin mengatakan kepada dewan solusi untuk krisis harus ditemukan sebelum sholat Jum’at untuk menghindari eskalasi kekerasan.

anak-anak muslim palestina yang menjadi korban kekejaman zionis israel

“Semua pihak harus menahan diri dari tindakan provokatif, menahan diri, dalam beberapa hari ke depan,” kata Mladenov pada hari Selasa.
(penggemar)