Duniaekspress, 27 Juli 2017. Tentara Nasional Afghanistan menderita lebih dari 50 persen korban karena serangan Taliban ke sebuah pangkalan militer di Khakrez, sebuah distrik yang diperebutkan di provinsi selatan Kandahar. Dalam operasi militer bersandi : “Operasi Mansouri”, Taliban menyerang dengan hebat ke pangkalan militer Afghanistan di Kandahar sejak akhir musim semi dalam upaya untuk mendapatkan kembali kendali daerah-daerah yang hilang selama gelombang serbuan AS antara tahun 2009 dan 2011.

Taliban menyerang pangkalan tersebut semalaman dan membunuh 26 tentara Afghanistan dan melukai 13 lainnya, kata Kementerian Pertahanan, menurut TOLONews. Selain itu, delapan tentara lagi dilaporkan hilang dan diduga ditangkap oleh Taliban. Lima puluh tujuh dari 82 tentara yang ditempatkan di pangkalan tersebut terbunuh, terluka atau tertangkap dalam pertempuran tersebut.

Taliban, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di situs resminya, Voice of Jihad, menyebutkan bahwa mereka berhasil “menguasai” pangkalan tersebut dan membunuh 70 tentara dan menangkap enam lainnya. Selain itu, ia mengklaim dapat menghancurkan empat kendaraan lapis baja dan tiga truk pickup, dan merampas  kendaraan lapis baja lain serta senjata dan amunisi.

Taliban telah menyerang beberapa basis di distrik yang diperebutkan di Kandahar utara sejak awal Mei dalam upaya untuk melemahkan dan mengusir pasukan Afghanistan dari daerah tersebut. Sejumlah tentara Afghanistan tewas dalam pertempuran tersebut.

Taliban berhasil memanfaatkan tempat-tempat yang aman di daerah-daerah terpencil di Kandahar, Helmand, Uruzgan, Ghazni, dan Zabul untuk mendukung serangan baru-baru ini di Kandahar utara. Pejabat AS dan Afghanistan telah meremehkan kendali Taliban terhadap daerah-daerah terpencil ini dan  menggambarkan distrik-distrik yang jauh sebagai “wilayah yang tidak penting” dan “wilayah yang kurang vital.”

Mujahidin telah membuka jalur operasional antara provinsi Kandahar, Helmand dan Uruzgan dan dapat  melakukan serangan pada waktu dan tempat tertentu, ini terbukti saat mujahidin Taliban berhasil menguasai Sangin di provinsi Helmand di bulan Maret.

(AZ)

HOME