Duniaekspress, 4 agustus 2017. Jenderal John Nicholson Jr. adalah komandan ke-17 dalam invasi AS di Afghanistan sejak bermula pada tahun 2001. Pekerjaan tersebut bukan sederhana, karena perang berjalan buruk. Nicholson juga terlihat tidak lagi senang dengan Presiden Trump.

Para pejabat di Washington mengungkapkan terjadi pertemuan panjang yang berlangsung tegang pada 19 Juli lalu, di mana Presiden Trump mengeluh bahwa AS gagal dalam perang di Afghanistan.

Pasukan AS yang berduka, atas kematian rekan-rekannya

“Kami tidak menang,” keluh Trump yang dikutip oleh para pejabat. “Kami kalah,” imbuhnya seperti dikutip dari NBC News, Rabu (02/08).

Seorang pejabat bahkan mengatakan Presiden AS itu menunjuk peta yang memperlihatkan bahwa Taliban mendapatkan wilayah. Sebagai ekspresi atas keluhannya tersebut.

Trump lalu menyatakan frustasi atas sikap para penasihatnya, yang terus mendesak peningkatan pengiriman pasukan di Afghanistan di tengah kerugian yang terus terjadi.

Trump mungkin tahan terhadap desakan tersebut, dan mencoba berpikir skeptis bahwa mereka akan melakukan apapun untuk mengubah arah perang. Namun, di sisi lain Trump juga semakin frustrasi dengan Jenderal Nicholson, bahkan berulang kali menyarankan agar dia dipecat “karena tidak memenangkan” konflik.

Sementara itu, sejumlah laporan dari Gedung Putih berupaya untuk mendorong penarikan langsung pasukan AS dari Afghanistan daripada terus menerus terseret dalam perang yang gagal.

Sumber: Antiwar, NBC News

(AB)

baca juga, PASUKAN NATO DIHANTAM BOM ISTISYHADIYAH MUJAHIDIN THALIBAN