Duniaekspress, 5 agustus 2017. – Keputusan Ahrar al Sham untuk menggantikan puncak Komandonya pekan ini memberi gambaran sekilas bagaimana kelompok pemberontak yang kalah tersebut menyesuaikan diri dengan pengaruh faksi-faksi terkait al Qaida di Syria, dan perubahan sifat pemberontakan melawan presiden Bashar al Assad.
.
Sebuah Kelompok militan Syria yang diperangi yang pernah dianggap sebagai salah satu faksi oposisi terkuat Syria telah mengganti kepemimpinan seniornya minggu ini. Tujuannya adalah untuk menjaga kesatuan internal dan mengurangi ketegangan dengan saingannya, al Qaida.
.
Keputusan Ahrar al Sham untuk memilih seorang pimpinan baru pada hari Senin menunjukkan bagaimana oposisi Syria ini kalah bersaing dengan aliansi Hay’at Tahrir al Sham (HTS), jaringan al Qaida yang semakin mendominasi. Ketika kelompok pemberontak Syria oposisi Presiden Bashar al Assad yang goyah menyeberangi Syria, Ahrar al Sham mencari seorang pemimpin baru yang mereka harap akan mencegah mereka menjadi lapuk.
.
Pemilihan Hassan Soufan “datang pada saat yang sangat menantang bagi kelompok tersebut, yang bisa dibilang paling lemah dalam riwayatnya,” Charles Lister, seorang rekan senior di Middle East Institute dan penulis buku “Jihad Syria,” mengatakan pada”Syria Deeply”.
.
Ahrar al Sham saat ini berada dalam jerat di negara yang dilanda perang: dipaksa keluar dari sebuah simpangan perbatasan menguntungkan, menuju ke Turki dan telah mengalami serangkaian kekalahan teritori di provinsi Idlib setelah diserang oleh HTS minggu ini.
.
Awal tahun ini, ketegangan meningkat antara Ahrar al Sham dan pendahulu HTS – Jabhat Fath al Sham (JFS), menciptakan perpecahan di dalam kelompok pemberontak. Ribuan pejuang garis keras Ahrar al Sham, yang bersimpati kepada al Qaida, membelot dari gerakan tersebut untuk bergabung dengan JFS dalam membentuk
Aliansi HTS. Perpecahan yang berjalan lama di masa depan kelompok tersebut, bagaimanapun, terus membebani dengan berat.
.
Dengan terpilihnya Soufan, Ahrar al Sham berharap dapat meredam persaingan dengan HTS dan mempertahankan persatuan internal pada masa depan kelompok tersebut, dua sumber dari kelompok tersebut mengatakan kepada “Syria Deeply”.
.
“[Krisis] adalah alasan di balik perubahan kepemimpinan ini,” anggota politbiro Ahrar al Sham mengatakan kepada ‘Syria Deeply’ dengan tidak bersedia disebut namanya.
.
Omar Khattab, juru bicara militer Ahrar al Sham, menguatkan pernyataan tersebut. “Tidak ada keraguan bahwa konflik internal dan insiden ketidakadilan dan agresi [HTS] mengharuskan pemompaan darah baru ke dalam kepemimpinan kelompok tersebut,” katanya.

(AB/duniaekspress/newsdeeply).

baca juga, IDIEOLOG JIHAD TEKANKAN PARA KOMANDAN KUASAI FIKIH MUWAZANAH