Duniaekspress, 12 agustus 2017. – Pergerakan terduga teroris Serpong, Tangerang Selatan, sudah diintai polisi selama sepekan terakhir. Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri sudah hilir mudik di kawasan tempat tinggal pria berinisial SPT (39).

Koordinator petugas keamanan komplek perumahan premium, Cluster Melia Grove, perumahan Graha Raya, Serpong Utara, Husein turut mengetahui pergerakan polisi di kawasan pengamanannya. Mereka wira-wiri mengintai kegiatan warga.

“Selama sepekan terakhir sebenarnya ada yang terlihat di sini. Tapi mereka menolak saat diminta menunjukkan kartu anggota. Bilangnya dari satuan binmas (pembina masyarakat),” kata Husein saat berbincang dengan sejumlah awak media di pos petugas keamanan Cluster Melia Grove, Jumat (11/8).

Husein mengatakan, Densus 88 memberikan informasi secara resmi akan menangkap SPT pada Jumat (11/8), sekira pukul 02.00 WIB.

Densus 88 lantas mulai mengambil langkah penangkapan sekitar 05.00 WIB dengan mengintai kedatangan SPT di musala perumahan untuk melaksanakan salat subuh.

Namun, kedatangan SPT yang dinantikan tak kunjung terlihat setelah mengintai beberapa saat. Densus 88 pun mengubah mekanisme penangkapan SPT dengan menunggu yang bersangkutan lewat di pos petugas keamanan.

“Sejak pukul 05.00 WIB sudah ada di lokasi, mantau (SPT) di musala. Penangkapan akhirnya diputuskan di luar karena yang bersangkutan tidak salat di musala,” kata Husein.

Menurutnya, Densus 88 akhirnya menangkap SPT tepat di pos petugas keamanan saat sedang membonceng anak sulungnya yang hendak diantarkan ke sekolah sekitar pukul 06.20 WIB.

Densus 88 mengamankan anak sulung SPT lebih dahulu sebelum melakukan penangkapan. Dia mengatakan, SPT ditangkap tanpa melakukan perlawanan.

“Anaknya diamankan dulu sama Densus, terus SPT ditangkap dan langsung dimasukkan ke dalam mobil,” ujarnya.

Setelah itu, Densus 88 melakukan penggeledahan rumah SPT. Dari lokasi, Densus 88 menyita barang dan dokumen sebanyak empat boks dan langsung dibawa ke Markas Polres Tangerang Selatan.

“Saat penggeledahan sempat dipasang garis polisi tapi setelah itu dilepas lagi,” tuturnya.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan SPT ditangkap karena diduga berperan sebagai pencari dana untuk mengirim orang ke luar negeri yang dikenal sebagai daerah ISIS seperti Suriah dan Filipina.

“Keterlibatan yang bersangkutan adalah melakukan pendanaan kepada orang-orang yang berangkat ke Filipina dan Suriah,” kata Martinus saat dikonfirmasi, Jumat (11/8).

(AB/duniaekspress/cnn)

 

baca juga, LAGI, DAN LAGI TERDUGA TERORIS DITANGKAP DENSUS 88