Duniaekspress, 15 Agustus 2017,

Rangkaian penangkapan oleh Densus88 berlanjut kembali di Bandung dan sekitarnya. 3 hari yang lalu, seorang tersangka Jamaah Anshor Daulah yang bernama Dadang Gunawan (36) ditangkap di sekitar Jatinangor, Sumedang, Dadang adalah penduduk asli kampung Mekar Galih RT 01/07 Kab. Sumedang dan menikah dengan janda dari Dodon yang meninggak di Suriah pada 2015 yang lalu. Lalu kemarin (selasa – 14/8) Densus 88 menangkap 5 orang sekaligus di Antapani dan sekitarnya, dua diantaranya adalah suami istri.

Di Jalan Jajaway, Kel. Antapani Kidul, di kontrakan Bapak Aje, ketua RT06 RW 09, aparat menangkap pria umur 20 tahun asal Sumatera Barat bernama Young. Ia baru mengontrak selama 5 hari. Tidak jauh dari daerah tersebut, yaitu di Kiaracondong, aparat mengamankan suami-istri yang berinisial  AK, 24 tahun, perempuan asal Klaten dan suaminya berinisial AR (30 tahun asal Sumenep). Keduanya pernah tinggal di Hongkong, namun dideportasi karena mengajarkan paham radikal.

Dua tersangka lainnya yang juga ditangkap di kontrakan H. Pupuh di RT 02/ RW 07 adalah seorang pria asal Kediri bernama SH (30) dan asal Kota Bandung, R alias I (28). Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus, Y dan R ini adalah penyumbang dana sekaligus pembuat bom.

Di dalam kamar kontrakan yang disewa oleh Y terdapat bahan peledak yang disimpan dalam toples. “Beberapa hari lalu mereka mengontrak rumah ini untuk dijadikan tempat menyimpan bahan peledak, Mereka kelompok JAD Bandung yang memang belajar (merakit bom) dari salah satu blog Bahrun Naim,” ujarnya.

(AZ)

BERANDA