Duniaekspress, 18 Agustus, 2017- Penyidik ​​serangan teror Barcelona telah melakukan penyidikan untuk mengidentifikasi penyerang Las Ramblas sampai pagi hari ini dan akhirnya menemukan beberapa informasi tentang seorang turunan Maroko berusia 18 tahun bernama Moussa Oukabir.

Menurut informasi yang diterima oleh AlArabiya.net, Moussa Oukabir mencuri identitas saudaranya, Driss, berusia 28, dan menggunakannya untuk menyewa van yang digunakan untuk menabrak pejalan kaki di Las Ramblas kemarin siang (17/8).

Serangan teroris di Pusat Kota Barcelona tersebut merenggut nyawa 13 pejalan kaki, dan melukai 100 orang. Dua orang bersenjata lainnya memasuki sebuah restoran.

Salah satu penyerang dalam van tewas dalam baku tembak, sementara dua orang ditangkap, namun pengemudi van, yang diyakini sebagai Moussa Oukabir, berhasil lolos. ISIS/IS mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, kantor berita kelompok tersebut (a’maaq) mengatakan.

Kedua pelaku penyerangan yang sukses tersebut adalah warga Spanyol dan Maroko.

Dalam serangan kedua, tujuh orang terluka saat sebuah mobil lain melaju ke pejalan kaki di resor pantai Spanyol di Cambrils pada hari Jumat (18/8) pagi sebelum ditembak mati oleh pasukan keamanan, beberapa jam setelah serangan di Barcelona.

Mobil Audi A3 menabrak orang-orang di kawasan pejalan kaki di tepi pantai kota wisata 120 kilometer selatan Barcelona. Kelima penyerang di dalam mobil tersebut tewas ditembak, kata polisi. Beberapa dari mereka mengenakan apa yang terlihat seperti ikat pinggang eksplosif.

Polisi Barcelona, ​​Mossos d’Esquadra, kemarin mengumumkan penangkapan orang Maroko dan gambar terdistribusi dari tersangka teroris. Foto-foto tersebut disebar ke seluruh dunia dengan media pers dan media sosial.

baca juga, KEPOLISIAN SPANYOL TEMBAK MATI PELAKU TEROR DI CAMBRILS

Kira-kira satu jam setelah rilis gambar, media Spanyol mengungkapkan bahwa tersangka pembunuh, Driss Oukabir mengaku tidak terlibat dalam teror tersebut, tapi merupakan ‘korban’ dari pemalsuan identitas yang dilakukan oleh saudaranya, Moussa.

Identitas Driss ditemukan di van yang digunakan dalam serangan yang kelihatannya telah disewa oleh adik laki-laki Moussa. Media melaporkan bahwa van tersebut diyakini telah disewa dari kota Santa Perpatua de Mogoda, 20 kilometer dari tempat Moussa tinggal.

Ketika media merilis gambar Driss, orang Maroko tersebut dilaporkan menyerahkan diri secara sukarela ke polisi di kota terpencil Ripoll Girona dekat perbatasan Prancis dan 95 km utara Barcelona.

Driss mengaku kepada petugas bahwa seseorang telah mencuri kartu identitas pribadinya beberapa hari yang lalu, dan meyakini bahwa saudaranya, Moussa, mungkin merupakan pelaku pencurinya, karena menghilang setelah pencurian.

Polisi menahan Driss dalam tahanan untuk penyelidikan lebih lanjut menurut surat kabar Spanyol El Pais, meskipun ia menjelaskan bukti bahwa dia berada di Ripoll pada saat serangan tersebut terjadi.

El Pais melaporkan bahwa polisi juga curiga terhadap Driss karena ia gagal memberikan tanggapan yang meyakinkan mengapa ia tidak melaporkan pencurian identitasnya tersebut. Selain itu polisi menahan Driss karena ia telah menghabiskan beberapa waktu di penjara di kota Figueres di Girona dan dirilis pada tahun 2012.

sumber: Al Arabiyah

(IF)

baca juga, ISIS/IS KLAIM LAKUKAN TEROR DI SPANYOL