kesedihan di mata anak-anak kita akan menyelamatkan jutaan kesedihan anak-anak Muslim

Duniaekspress, 20 agustus 2017. –

Abu Mus’ab Al-Suri berkata:

“Aku ingat bahwa ketika aku berada di Kabul pada masa kekuasaan Thaliban, suara tangis istriku senantiasa menggema di telingaku saat ia melihatku berada di depan pintu rumahku, dia pun segera mengumpulkan keempat anakku sehingga aku bisa menciumi mereka sebelum aku pergi menuju sengitnya medan pertempuran, yang berada di dekat Kabul tempat kita hidup dan kita pertahankan. Di sana engkau akan sering mendengar suara bom dan bunyi desing peluru peperangan dari rumah, yang hanya berjarak 12 kilometer dari pusat medan pertempuran!

■ Dan aku pun berkata pada istriku:

“Tangisanmu menciptakan kesulitan tersendiri bagiku, dan pandangan mata penuh tanya dimata anak-anak kita membuatku menangis. Tapi aku sepenuhnya tetap mampu menjaga ketenangan, karena aku tahu bahwa aku dan orang-orang sepertiku yang pergi berjihad…akan membuat air matamu dan air mata para wanita sepertimu akan mengurangi dan menyelamatkan jutaan wanita lainnya dari menangis sepertimu.
..dan kesedihan di mata anak-anak kita akan menyelamatkan jutaan kesedihan anak-anak Muslim yang harus menelan kepahitan karena menjadi yatim piatu dan beratnya hidup sebagai pengungsi Insya Alloh. Kita ambil resiko menanggung bencana yang menimpa umat ini yang dengan pengorbanan itu semoga umat ini dapat terselamatkan …”

? Dakwah Muqowamah Al Islamiyah Al Alamiyah – hlm 811.

(AB)

baca juga, APAKAH PEMIKIRAN JIHADI IDENTIK DENGAN FAHAM TAKFIRI ?