Duniaekspress, 20 agustus 2017. – Taliban telah mengunggah video ‘Penangkapan Terakhir di Kandahar’ melalui situs resmi kelompok tersebut, Voice of Jihad. Video tersebut menggambarkan pasca Taliban menguasai dua pangkalan militer dan beberapa pos terdepan di distrik Khakrez dan Shah Wali Kot selama bulan Juli.

poto : ghonimah yang erhasil direbut oleh mujahidin thaliban

Taliban menguasai sebuah pangkalan besar di Khakrez pada akhir Juli serta menewaskan tentara rezim Kabul yang ditempatkan di sana. Lima puluh tujuh dari 82 tentara Afghanistan yang ditempatkan di pangkalan tersebut terbunuh, terluka atau tertangkap dalam pertempuran tersebut (26 tewas, 13 terluka, dan delapan lainnya tertangkap). Dalam video tersebut, Taliban memperlihatkan kekuatannya di siang hari tanpa merasa khawatir akan serangan dari udara.

poto : tentara boneka rezim afghanistan yang berhasil ditawan mujahidin thaliban di kandahar

Militer Afghanistan mengklaim bahwa serangan terhadap pangkalan di Khakrez berhasil digagalkan, namun video Taliban bercerita lain. Video tersebut menunjukkan Taliban menguasai basis tersebut, dengan para pejuangnya berkeliaran di sekitar fasilitas tersebut saat bendera mereka diangkat.

Di Khakrez dan Shah Wali Kot, kelompok tersebut menunjukkan hasil rampasan perang dari tangan musuh yang berupa granat peluncur roket ukuran besar, senapan bekas, tabung mortir, senapan mesin, senapan serbu M-16 dan AK-47. Beberapa M-16 yang berhasil disita sudah dilengkapi optik dan peluncur granat. Selain itu, Taliban menyita alat penglihatan serta kotak amunisi.

Taliban juga mewawancarai beberapa tentara Afghanistan yang tertangkap dalam pertempuran. 

Taliban terus melakukan terobosan di provinsi Kandahar. Pada tanggal 26 Maret, Taliban mengklaim menguasai empat dari 18 distrik Kandahar (Ghorak, Miyanashin, Registan, dan Shorabak). Sedangkan di lima wilayah (Arghastan, Khakrez, Maruf, Maiwand, dan Shahwalikot) terjadi perebutan sengit.

poto : penampakan mujahidin thaliban di kandahar

 

Lembaga analisa Long War Journal menilai klaim kontrol Taliban bisa dipercaya. Dari sembilan distrik yang tersisa, Taliban mengatakan bahwa pihaknya “tidak mengendalikan wilayah tertentu” tapi “hanya melakukan serangan gerilya.” Jika Taliban melebih-lebihkan kendalinya di Kandahar, kemungkinan besar akan mengklaim untuk mengendalikan atau melakukan kontes setidaknya beberapa Daerah kabupaten seperti Panjwai dan Zhari. Pendiri Taliban dan emir pertamanya, Mullah Omar, mendirikan Taliban di Panjwai, dan Zhari dianggap sebagai rumah spiritual kelompok tersebut.

Kandahar adalah provinsi strategis bagi Taliban dan dianggap sebagai tempat kelahiran kelompok tersebut. Provinsi ini berbatasan dengan Baluchistan, provinsi Pakistan yang berfungsi sebagai safe haven Taliban dan juga pusat rekrutmen utama.

sumber : www.longwarjurnal.org

(AB)

baca juga, MUJAHIDIN IMARAH ISLAM AFGANISTAN REBUT POS PEMERIKSAAN, 12 TENTARA TEWAS