Duniaekspress, 21 Agustus 2017- Pihak kepolisian Pakistan telah menahan dan memenjarakan seorang remaja karena diduga membakar lembran Al-Quran di luar tempat ibadah.

Pihak kepolisian membenarkan adanya penangkapan dan penahanan atas Asif Massih, seorang Kristen berusia 18 tahun. Masif ditangkap atas tuduhan penghinaan terhadap kitab suci pada Sabtu (12/8), tak lama setelah adanya laporan dari masyarakat.

Insiden tersebut terjadi di desa Jam Kayk Chattha, yang berada di dekat kota Wazirabad di provinsi Punjab tengah.

“Dia dipenjara sekarang,” kata Muhammad Asghar petugas polisi setempat, seperti dikutip al Jazeera Senin (21/8/2017)

“Ketika polisi membawa tersangka ke dalam tahanan dan membawanya ke pos pemeriksaan polisi, sekitar 200 orang berkumpul di luar menuntut pelakunya diserahkan kepada mereka,” kata pejabat polisi setempat Pervaiz Iqbal kepada kantor berita AFP.

“Kami kemudian diam-diam memindahkan pelakunya ke kantor polisi di Wazirabad dimana dia diinterogasi dan mengaku melakukan kejahatannya.” terang Iqbal.

Lebih lanjut Iqbal mengatakan, Massih akan didakwa berdasarkan pasal 295-B dari hukum pidana di Pakistan, mengacu pada bagian konstitusi negara yang membuat hukuman mati menjadi wajib bagi siapa saja yang merusak atau menodai Quran.

“Dia akan diadili dan menghadapi kemungkinan dihukum mati,” pungkas Iqbal.

(IF)

baca juga, POLITISI SAYAP KIRI AUSTRALIA LECEHKAN BUSANA MUSLIM