Duniaekspress, 22 Agustus 2017- Aktivis kemanusiaan lokal mengatakan sedikitnya 40 orang tewas dalam serangan udara A.S. yang mematikan di kota Raqqa dan lebih dari 40.000 orang masih terjebak oleh serangan pasuka AS yang dilancarkan melalui udara dan darat.

“Serangan udara yang dipimpin A.S., untuk mendukung pasukan pimpinan Kurdi, telah menghancurkan sebagian besar wilayah al-Bado, menewaskan sedikitnya 40 warga sipil. Korban tewas diperkirakan akan meningkat karena banyak orang masih di bawah reruntuhan,” Kata Ahmed Shalabi aktivis kemanusiaan yang berbasis Raqqa, Senin (21/8/2017)

“Pesawat tempur koalisi melakukan lebih dari 50 serangan,” Shalabi menambahkan.

Pasukan Demokrat Suriah mengatakan bentrokan sengit masih berlangsung di lingkungan al-Rashid dan al-Mansour dengan ISIS.

Jumlah korban tewas dalam serangan udara Koalisi untuk mendukung pasukan Kurdi yang bersekutu telah mencapai total 1000 dalam empat bulan terakhir.

Sebelumnya pada hari Sabtu (19/8) serangan udara AS menargetkan sebuah masjid di perbatasan Irak dan Suriah, sedikitnya 21 tewas, kata aktivis setempat. seperti dilansir Zaman Wasl

Serangan di A.S. melanda desa yang dikelola ISIS di al-Jazza ‘Di desa selatan kota Hasaka, dua hari sejak serangan serupa menewaskan 15 anggota keluarga di dekat wilayah tersebut, menurut para aktivis.

Pekan ini dan dalam sebuah pernyataan provokatif, juru bicara Angkatan Bersenjata Suriah yang didukung oleh A.S. mengatakan kepada Reuters bahwa militer A.S. akan tetap berada di Suriah utara samapai para Mujahidin tersebut dikalahkan.

Juru buicara SDF, sebuah aliansi milisi yang didominasi oleh YPG Kurdi, yakin bahwa Amerika Serikat memiliki “kepentingan strategis” untuk bertahan.

“Mereka memiliki kebijakan strategi selama beberapa dekade yang akan datang. Akan ada kesepakatan militer, ekonomi dan politik dalam jangka panjang antara pimpinan wilayah utara (Suriah) … dan administrasi A.S.” kata Silo.

(IF)

baca juga, SERANGAN UDARA AS TEWASKAN 29 WARGA SIPIL DI RAQQA