Duniaekspress, 23 agustus 2017. -Manila – Sekitar 60 milisi Mujahidin Abu Sayyaf menyerang Kota Maluso di Pulau Basilian, Filipina selatan, dinihari tadi, 21 Agustus 2017, yang menewaskan sembilan warga sipil dan melukai sepuluh orang.

Selain menembaki warga yang dianggap berkhianat dengan membocorkan informasi, para milisi Abu Sayyaf, yang dikenal dengan penculikan sandera dan menuntut tebusan uang, juga membakar empat rumah penduduk dan satu pusat perawatan di Kota Maluso.
“Ini tindakan terorisme,” kata John Cundo, kepala kepolisian Kota Basil, seperti dikutip dari The Star, 21 Agustus.

Adu senjata antara polisi yang didukung militer Filipina dan milisi Mujahidin Abu Sayyaf berlangsung selama 45 menit yang berakhir dengan mundurnya milisi dari Maluso.

Dipicu oleh serangan milisi Mujahidin Abu Sayyaf, aparat Filipina mengevakuasi warga yang ketakutan. Bersamaan itu, jumlah pasukan militer diperbanyak untuk mengamankan Kota Maluso.

Presiden Rodrigo Duterte telah menerapkan darurat militer di sepanjang wilayah selatan Filipina, termasuk Basilan, dari serangan Mujahidin Abu Sayyaf dan jaringannya.

Serangan Mujahidin Abu Sayyaf ke permukiman warga di Maluso terjadi sehari setelah militer Filipina membebaskan dan menyelamatkan warga Vietnam yang diculik dan ditawan selama sembilan bulan di Basilan oleh Abu Sayyaf.
Mujahidin Abu Sayyaf merupakan jaringan milisi yang dibentuk pada 1990-an yang mendapatkan bantuan dana dari jaringan Al-Qaeda yang dipimpin Osama bin Laden. Anggota-anggota Mujahidin Abu Sayyaf terlibat dalam berbagai aksi penculikan dan penyanderaan dengan target warga asing sebagai tawanan. Untuk membebaskan setiap tawanan, terkadang Mujahidin Abu Sayyaf menuntut uang tebusan atau tukar tawanan perang untuk dibebaskan.

(AB/duniaekspress/The star).

baca juga, AS SEBUT KELOMPOK PEJUANG KASMIR SEBAGAI TERORIS