Duniaekspress, 24 agustus 2017. – Kabul – Dalam pidatonya pada hari Senin (21/08) malam, Presiden AS Donald Trump mengumumkan sebuah kebijakan dan strategi baru negara itu di Afghanistan dan di kawasan yang lebih luas di Asia Selatan. Merespon hal itu, Imarah Islam Afghanistan (Taliban) melalui juru bicaranya Zabihullah Mujahid secara tegas menyatakan bahwa pejuang-pejuang Taliban akan terus menggelorakan Jihad melawan pasukan penjajah asing.

Selengkapnya pernyataan Mujahid dipublikasikan melalui situs resmi Voice of Jihad sebagai berikut:

Akhirnya Presiden Amerika Trump mengumumkan strategi barunya dengan terus menyerukan untuk tetap mempertahankan kehadiran pasukan agresor negara itu, sementara di waktu yang sama melabeli Afghanistan sebagai ancaman bagi Amerika.

Nampak sekali bahwa Amerika belum siap untuk mengakhiri perang terpanjang dalam sejarah mereka. Bukannya mencoba untuk memahami berbagai realitas yang ada, Amerika masih saja arogan percaya dengan kehebatan pasukan dan kekuatannya.

Namun demikian, rakyat Afghanistan telah teruji dalam menghadapi pasukan Amerika selama enam belas tahun terakhir. Selama masih ada tentara Amerika yang bercokol di tanah air kami, dan para pemimpin Amerika terus menerus menyulut api peperangan, (maka) kami juga akan terus mengobarkan Jihad melawan mereka dengan semangat yang luhur, tekad yang pasti, dan keteguhan jiwa yang lebih besar.

Membebaskan bumi Afghanistan dari penjajahan Amerika merupakan kewajiban syar’i agama kami, sekaligus kewajiban bela negara bagi bangsa kami. Kami akan selalu jujur memenuhi panggilan ibu pertiwi tersebut selama hayat masih dikandung badan.

Amerika seharusnya sudah cukup berfikir untuk menarik mundur pasukan mereka dari bumi Afghanistan, namun yang terjadi adalah sebaliknya bahwa mereka memilih perang terus berlanjut.

Sebagaimana Trump pernah menyatakan “Amerika sudah lelah dengan perang berkepanjangan di Afghanistan”, maka kami (juga) akan membuat hati dan jiwa mereka semakin ketakutan, dan memaksa pejabat-pejabat Amerika untuk mau menerima realitas yang ada. Mujahidin bangsa Afghan tidak lelah dan tidak akan pernah merasa lelah untuk menang demi meraih kebebasan mereka, demi menegakkan sistem Islam. Jika Amerika tidak mau menarik mundur pasukannya dari Afghanistan, maka tidak lama lagi Afghanistan akan berubah menjadi kuburan bagi imperium Amerika, dan pemimpin-pemimpin Amerika sudah tahu akan konskuensi ini.

Afghanistan bukanlah ancaman bagi siapapun juga, dan kami tidak akan membiarkan siapa saja yang menggunakan wilayah Afghanistan untuk menyakiti orang lain. Tuduhan yang tidak benar dan tidak berdasar, termasuk mereka yang termakan oleh propaganda jahat intelijen itulah yang merupakan sumber dari segala malapetaka dan peperangan.

Sumber: TLWJ

(AB)

baca juga, MUJAHIDIN THALIBAN KUASAI KEMBALI DISTRIK TIMUR DAN BARAT LAUT AFGHANISTAN