Duniaekspress, 26 Agustus 2017.

{وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ، أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لا يَشْعُرُونَ}

Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi,” mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar” (QS al-Baqarah:11-12).

satu tahun lalu setelah pejuang ISIS membakar sumur minyak di Qayyarah, pemadam kebakaran api Irak masih berjuang melawan api tersebut. Seperti pemandangan dari film blockbuster Hollywood, kegelapan yang luas  terus menggulung di atas Qayyarah, karena asap hitam beracun yang mengepul dari sumur yang terbakar.

Minyak telah menjadi sumber pendapatan utama bagi Negara ISIS dan mereka menjadikan Qayyarah sebagai kota strategis yang penting. Pengambilan alih kembali Agustus 2016 yang lalu oleh pasukan Irak merupakan langkah penting dalam merebut Mosul.

Sebelum melarikan diri, pejuang ISIS menggunakan bahan peledak untuk membakar beberapa sumur minyak, awalnya ini sebagai tindakan defensif untuk menggagalkan serangan udara koalisi. Tapi saat kelompok tersebut mulai kehilangan kekuatan terhadap pasukan Irak, mereka menggunakan strategi bumi hangus, dengan membakar sebanyak mungkin sumur minyak.

Operasi untuk memadamkan api, sampai sekarang, terbukti menjadi tugas yang sulit, berbahaya dan memakan waktu. Tim pemadam kebakaran, operator mesin, mekanik, insinyur dan ahli keamanan datang dari seluruh penjuru negeri untuk bergabung dalam usaha tersebut – namun terlepas dari kapan api tersbut bisa padam, biaya manusia dan kerusakan lingkungan mungkin akan memerlukan waktu yang lama bahkan bertahun-tahun.

Foto-foto Qayyarah:

asap hitam di langit qayyarah

api dari sumur minyak sangat sulit dipadamkan

(AZ)

BERANDA