Duniaekspress, 26 agustus 2017. – Bangkinya kesadaran ummat dan kondisi ekonomi yang tidak begitu stabil, berdampak merosotnya daya beli masyarakat pada supermarket yang berbasic besar, dan juga beralihnya gaya belanja masyarakat muslim indonesia pada minimarket atau supermarket yang berbasic bisnis syar’iah.
Salah satu dampak dari ini semua, sangat mempengaruhi PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk yang dikabarkan akan menyetop operasional delapan tokonya dalam waktu dekat ini. Bahkan, dua gerai emiten dengan kode RALS itu telah tutup secara permanen di Surabaya.
Sisanya, enam gerai Ramayana akan ditutup pada 28 Agustus 2017. Yakni, di Banjarmasin dengan kode toko R030, Bulukumba R115, Gresik R098, Bogor R025, Pontianak R057, dan Sabang R008.
Berdasarkan selebaran yang diterima oleh awak media, tertulis penjelasan manajemen Ramayana kepada pihak supplier terkait penutupan tersebut. Surat tertanggal 16 Agustus 2017 itu menyebut bahwa barang-barang returan dan administrasi diselesaikan sebelum tanggal 27 Agustus 2017.
“Mohon untuk barang-barang returan dan administrasi diselesaikan sebelum tanggal 27 Agustus 2017 dan semua PO di-cancel (dibatalkan) atau tidak dikirim ke toko tersebut,” ujar Subekti Rudianto, Chief MD M8A – Toiletries dalam surat tersebut.
Ketika awak media mencoba menghubungi manajemen Ramayana Lestari, sumber mengakui surat tersebut bukanlah surat resmi.
Namun, sumber tersebut tidak menampik bahwa perseroan tengah mengkaji penutupan beberapa gerai. Hanya saja, hingga kini, belum ada keputusan terkait jumlah gerai yang akan ditutup.
“Baru rencana dalam pemikiran, belum dilaksanakan. Tapi, memang kami sedang konsolidasi,” imbuhnya.
Menurutnya, rencana penutupan itu juga melalui pertimbangan kondisi industri ritel yang sedang turun saat ini. Sehingga, untuk beberapa gerai yang kinerjanya tidak cukup baik akan ditutup.
“Ada beberapa tempat yang kami lihat daripada secara operasional penjualan tidak terlalu menggembirakan,” terang dia.
Sebelumnya, Ramayana menutup toko di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Namun, menghadapi lebaran 2017 lalu, perseroan membuka tiga gerai toko baru selama periode Januari-Juli, yaitu di kawasan Pondok Aren, Cikupa dan Kota Harapan Indah, Bekasi.

poto : hypermart tutup

 Industri ritel dihempas kabar kurang sedap lagi dengan pemberitaan bahwa Hypermart sudah mulai melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran di seluruh gerainya di Indonesia.

Pengusaha ritel mengeluhkan omzet mereka yang turun dan berimbas pada pengurangan jam kerja hingga kegiatan PHK. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kegiatan industri ritel memang jauh dari stabil dan underperform.

Bahkan, pengusaha pun pesimis, industri ritel bisa tumbuh positif dan double digit untuk tahun ini lantaran daya beli di sektor mereka belum membaik dan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun.

Menanggapi hal ini, Menko Perekonomian Darmin Nasution menilai, jangan terlalu melihat fenomena tersebut sebagai gejala ekobomi keseluruhan. Banyak hal lain yang memang menjadi sebuah gejala.

Darmin beranggapan bahwa bisnis supermarket besar tersebut tergerus karena adanya minimarket-minimarket. Meskipun jumlahnya belum pasti, namun Darmin memperkirakan salah satu alasannya karena orang-orang tak banyak lagi yang berbelanja di Hypermart.

“Bisa saja (lalukan PHK) karena Indomaret, Alfamart itu perkembangannya bukan main,” katanya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/7/2017).

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini kembali menegaskan agar kondisi industri ritel tidak dilihat sebagai gejala ekonomi keseluruhan. Karena kata dia, bisa saja itu gejala persaingan.

(AB/duniaekspress/cnn)