Duniaekspress, 26 Agustus 2017. – Ali Nur Mohamed Deputi Gubernur wilayah Lower Shabelle menyatakan serangan gabungan militer Somalia dan Amerika Serikat mengakibatkan Sedikitnya 10 warga sipil termasuk tiga anak tewas.

Serangan tersebut, yang terjadi pada dini hari Jumat, menargetkan sebuah peternakan di pinggiran kota Bariire di wilayah Lower Shabelle bagian selatan.

“Petani lokal ini diserang oleh pasukan asing ketika menjaga hasil panen mereka,” kata Ali Nur Mohamed, seperti yang dilansir Al Jazeera, sabtu (26/8/2017)

“Pasukan bisa menangkap mereka karena mereka tidak bersenjata, tapi malah menembak mereka satu demi satu tanpa ampun.” tambahnya.

Tiga anak berusia delapan sampai 10 tahun dan seorang wanita termasuk di antara korban tewas, kata Mohamed. Tubuh mereka yang terbungkus selimut ditata di halaman berumput untuk dipajang.

Tentara Somalia pada awalnya mengatakan tidak ada warga sipil yang terbunuh, semua orang yang tewas adalah anggota milisi al-Shabab yang terkait al-Qaidah, yang berjuang untuk menggulingkan pemerintah yang didukung PBB dan menerapkan hukum Islam.

Kemudian pihak tentara mengeluarkan pernyataan kedua yang mengatakan bahwa beberapa warga sipil menjadi korban.

Witness Warsame Wador mengatakan kepada Reuters bahwa korban tewas adalah petani yang telah tertidur saat penggerebekan dimulai tepat sebelum matahari terbit.

“Pagi ini ketika pasukan AS dan Somalia memasuki peternakan. Kesepuluh orang tersebut tertidur dan saya lari untuk hidup saya,” katanya. “Saat berlari aku bisa melihat empat kendaraan lapis baja diparkir di luar.”

Reuters melihat sembilan mayat di rumah sakit Madinah. Seorang pria terluka kemudian meninggal, kata staf medis. Anak-anak yang meninggal berusia delapan, sembilan, dan 10 tahun, kata marga Abukar Osman Sheikh.

“Mereka sedang tidur di pertanian mereka saat pasukan AS dan Somalia datang ke pertanian mereka dan melepaskan tembakan. Tahun lalu, AS membunuh bangsaku di Galkayo dalam sebuah serangan yang disengaja. Kami tidak akan mengubur mereka, kami tidak akan lagi mentolerirnya,” kata dia.

sumber : al-jazeera

(IF)

baca juga, SERANGAN UDARA AS TEWASKAN 12 PENGUNGSI