Duniaekspressm 29 agustus 2017. – Beirut – Kepala polisi Lebanon pada hari Ahad (27/8/2017) mengatakan enam mayat tentara yang diculik oleh kelompok ISIS/IS  pada Agustus 2014 dikirim ke pihak berwenang, beberapa jam setelah militer mengumumkan sebuah gencatan senjata dan penghentian serangan terhadap ISIS/IS di sepanjang perbatasan timur lautnya dengan Suriah.

Langkah tersebut bertujuan membuka jalan bagi negosiasi untuk menentukan nasib tentara Lebanon yang disandera oleh kelompok tersebut.

Kepala Polisi Abbas Ibrahim mengatakan mayat tersebut diyakini termasuk tentara yang diculik.

“Sejauh ini, kami telah menerima enam mayat yang menurut kami adalah mayat tentara yang diculik. Kami akan menerima dua mayat lagi,” katanya, lansir Anadolu Agency.

“Kami telah mengetahui nasib tentara yang diculik sejak Februari 2015, namun kami tidak dapat membuat pernyataan karena kami tidak dapat mengkonfirmasi insiden tersebut,” kepala polisi menambahkan.

Dalam sebuah pernyataan sebelumnya, komando tentara mengatakan gencatan senjata mulai berlaku hari ini pukul 7 pagi (1000 GMT), dan bertujuan membuka jalan bagi perundingan tahap terakhir mengenai nasib tentara yang diculik.

Sembilan hari yang lalu, tentara Lebanon melancarkan serangan untuk mengusir ISIS/IS dari daerah pegunungan dekat perbatasan Suriah.

Bertepatan dengan operasi militer, kelompok Syiah Hizbullah Lebanon juga mengumumkan bahwa pasukannya, bersama dengan pasukan rezim Suriah, telah memulai serangan balasan untuk merebut kembali pinggiran Qalamoun dari ISIS/IS di Suriah barat.

Pada 2 Agustus 2014, ISIS/IS mengumumkan bahwa mereka menyandera 11 tentara Lebanon di pinggiran Arsal di perbatasan Suriah-Lebanon; Kemudian kelompok itu mengeksekusi dua dari mereka.

Milisi Syiah Hizbullah juga mengatakan “gencatan senjata yang dimulai pukul 7 pagi tersebut terjadi dalam kerangka kesepakatan komprehensif untuk mengakhiri pertempuran di Qalamoun Barat”.

Sekretaris Jenderal Syiah Hizbullah Hasan Nasrallah pada hari Kamis mengkonfirmasi bahwa perundingan sedang dilakukan dengan ISIS/IS.

Awal bulan ini, pasukan regular Lebanon dan Syiah Hizbullah merebut kota Juroud Arsal di dekat perbatasan Suriah setelah sebuah operasi militer melawan ISIS/IS yang berbasis di daerah tersebut.

Sumber : Anadolu Agency

(AB)

baca juga, MILITER REZIM IRAK REBUT 95% WILAYAH TAL AFAR DARI ISIS/IS