Duniaekspress, 7 September 2017 – Komisi Kejahatan Perang PBB mengatakan pilot Suriah menggunakan gas sarin untuk melawan warga sipil di daerah yang dikuasai oposisi di Khan Shaykhun, provinsi Idlib pada 4 April, menewaskan lebih dari 80 warga sipil.

Komisi Penyelidik PBB di Suriah dalam sebuah laporan yang dikeluarkan di Jenewa mengatakan bahwa sebagian besar korban tewas di Khan Shaykhun adalah wanita dan anak-anak.

“Serangan ini merupakan bagian dari pola rezim Suriah yang menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil di wilayah yang dikepung oposisi, “kata beberapa peneliti PBB, seperti dilansir Anadolu Agency Rabu (6/9/2017)

Memperhatikan kekhawatiran tentang dampak serangan udara koalisi internasional terhadap warga sipil, laporan tersebut menyoroti operasi A.S. yang menyerang warga sipil.

Laporan tersebut mengatakan A.S. melanggar hukum internasional saat menyerang sebuah masjid di Aleppo pada 16 Maret.

“Di Al-Jinah, Aleppo, pasukan Amerika Serikat gagal melakukan semua tindakan pencegahan yang layak untuk melindungi warga sipil dan benda-benda sipil saat menyerang sebuah masjid, yang melanggar hukum humaniter internasional,” kata laporan tersebut.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa serangan terus-menerus untuk mengusir ISIS telah mengungsikan lebih dari 190.000 orang di Raqqa.

“Serangan udara koalisi dilaporkan mengakibatkan sejumlah besar warga sipil terbunuh dan terluka. Investigasi terus berlanjut,” tambahnya.

(IF)

baca juga, SERANGAN UDARA AS TEWASKAN 12 PENGUNGSI