KHILAFAH ALA AL BAGHDADI (ISIS), APAKAH BENAR KHAWARIJ.??

Duniaekspress, 10 september 2017, – Syaikhul islam ibnu taimiyyah berkata, “Khawarij adalah kelompok yang menta’wilkan ayat Al-Qur’an sesuai dengan keyakinannya, dan menganggap orang yang menyelisihi ta’wil tersebut dihukumi kafir karena dianggap telah menyelisih Al-Qur’an. Maka barangsiapa yang menyatakan tentang sesuatu yang tidak ada dasarnya dari al-Qur’an serta menganggap yang menyelisih takwil tersebut kafir, maka perkataan tersebut lebih buruk daripada perkataan Khawarij.” (Majmu’ Fatawa, 20/164)

MASALAH TAKFIR TERHADAP SYI’AH AWAM DAN MEMERANGI MEREKA.

Jubir ISIS/IS yang telah tewas Adnani (jubir isis/is) mengklaim bahwa diantara penyimpangan al Qaedah Aiman dari Al Qaedah Usamah adalah perubahan pendapat mereka dalam menghukumi Syiah. Padahal mereka melalui majalah dabiq edisi 6 nya memvonis Syaikh Usamah dengan sebutan irja. Inilah kontradiksi pemikiran mereka.
Dia berkata dalam pernyataan (Maa Kaana Manhajuna Wa Lan Yakun) dalam perkataannya tentang perkara yang membuat al qaidah menyimpang: “Dan bahwa Syiah musyrikin najis, pada mereka ada beberapa pendapat, dan itu tempatnya dakwah bukan peperangan”. Selesai. https://archive.org/details/IniBukanManhajKami.

[Intinya siapa saja berbeda pendapat dengan mereka akan di vonis menyimpang, bahkan sampai pengkafiran, Karena mereka (isis/is) meniadakan semua udzur kecuali ikhroh mulji. Tapi kepada ulama-ulama yg sudah mahsyur di kalangan Ahlu Sunnah, mereka tak berani mengkafirkannya.]

Tanggapan:
Meskipun ini adalah sebenarnya sikap doktor Aiman sebelum bersatunya Al Qaidah dengan Jama’ah Jihad, beliau berkata tentang syi’ah (Dan barangsiapa yang Amiy (awam) dan bodoh maka ia ma’dzur atau diudzur karena kebodohannya)[1]. Dan ia tidak merubahnya hingga hari ini atau ia tidak mengatakan yang bertentangan dengan apa yang telah ia sebutkan. Bahkan syaikh Usamah bin laden rahimahullah tidak mensyaratkan kepada beliau agar melepaskan pendapat ini – jika ini adalah penyimpangan yang sudah jelas – hingga bergabungnya dua jama’ah itu[2], dan ketika sudah benar-benar bergabung beliau (syaikh Usamah) mengangkatnya sebagai wakil meskipun beliau memiliki pendapat ini!.

Dan disisi lain, bahwa doktor Aiman Adz Dzowahiri mengulangi kembali pendapat yang sama pada zaman al Qaidah Usamah bin laden rahimahullah dalam liqa’ maftuh atau pertemuan terbuka pertama: (Sikapku dari awam syiah adalah sikap ulama ahlus sunnah, yaitu bahwa mereka diudzur karena kebodohannya…. dan awam mereka yang tidak ikut serta dalam memusuhi kaum muslimin, maka jalan kami bersama mereka ini adalah dakwah dan menyingkap kebenarannya)[3].

Dan beliau juga berkata dalam Risalah kepada Abu Mush’ab Az Zarqawi tahun 2005 M: (Mengapa awam syiah dibunuh padahal mereka diudzur karena kebodohan mereka?)[4].

Meskipun pendapat ini telah disepakati oleh pihak pimpinan di Khurasan, berkata syaikh Athiyyatullah Al Libby dalam risalahnya kepada Az Zarqawi membicarakan tentang risalah Doktor Aiman: (Dan aku melihat kalimat mereka terkumpul pada rangkaian pengkajian dan pengarahan, yang dapat engkau temui dalam risalah doktor, dan itu merepresentasikan pemikiran para ikhwah masyayikh dan tokoh-tokoh ilmu dan adab seluruhnya di sini)[5].

Namun demikian Az Zarqawi tidak mengatakan mereka ini telah menyimpang!!

Dan Athiyyatullah juga berkata – di Al Qaidah Usamah -: (Dan yang benar bahwa pada mereka – artinya rafidhoh – perlu perincian, tidak semua yang menisbatkan dirinya kepada kelompok syiah rafidhoh kafir secara pasti, akan tetapi kita memperinci mereka sesuai dengan keyakinan dan amal masing-masing personal, dan sesuai keadaannya)[6].

Dan sisi lain juga bahwa pendapat ini adalah pendapat mayoritas aktivis jihadi, Abu Mush’ab As Suri berkata: (Syiah Ja’fariyah “Imamiyah”: mereka itu seperti mayoritas syiah Iran, dan minoritas di Lebanon, Pakistan dan Afghanistan serta kawasan Timur Tengah… Mayoritas aktivis jihad menganggap mereka itu sesat termasuk pelaku bid’ah. Di waktu yang sama sebagian aktivis jihadi berpendapat secara jelas akan kekafiran syiah. Namun jumhur atau mayoritas aktivis jihad menganggap mereka kaum muslimin dari ahlul qiblah yang sesat dan berbuat bid’ah)[7].

Bahkan hingga syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi juga seperti itu dalam perkara ini, beliau berkata: (Dan aku berada pada madzhab syaikhul islam Ibnu Taimiyyah untuk tidak mengkafirkan awam syiah, terdapat pada mereka orang-orang awam yang tidak tahu kecuali sholat dan puasa dan tidak tahu secara detail tentang madzhab yang dibicarakan oleh ikhwan-ikhwan kita berupa pendapat tentang penyimpangan terhadap al qur’an dan kekafiran-kekafiran lainnya yang sebagian ulama sunnah mengkafirkan rofidhoh syiah)[8].

Namun demikian ketika Az Zarqawi membantah beliau tidak mengatakan engkau telah menyimpang karena engkau tidak mengkafirkan awam syiah! Akan tetapi beliau berkata: (Ketahuilah wahai syaikh yang agung! Sesungguhnya aku ragu pada diriku sendiri akan tetapi aku tidak ragu dengan agama yang telah engkau miliki….. dan sebelum penutup harus kukatakan, bahwa syaikh Al Maqdisi semoga Allah menjaganya termasuk orang yang dijaga hak dan ujian mereka, dia termasuk yang orang yang harus disangka yang baik, dan ia lebih utama untuk mendapat udzur dan selamat dari bencana, dan aku tidak menyangka seseorang yang bertauhid pada zaman ini kecuali syaikh telah memiliki keutamaan, maka tidak maksudnya bahwa sisi kebenaran suatu masalah tidak seharusnya merendahkan kadar kemampuan dan ilmunya dan tetap menjaga senioritas dan banyaknya ujian yang dialaminya)[9].

Meski syaikh Al Maqdisi memiliki pendapat ini namun Daisy (ISIS?IS) sebelumnya berusaha memasukkan syaikh kepada daulah dan tidak berkata bahwa dia (Al Maqdisi) menyimpang, Turki bin Ali berkata kepada syaikhnya yang lebih senior, Abu Muhammad Al Maqdisi: (Bahkan amirul mukminin Abu Bakar Al Baghdadi semoga Allah menjaganya telah mengirim surat kepadamu dan memberitahukan bahwa beliau bisa membawamu kepada mereka, namun engkau meminta izin ketika itu, disertai usahamu berkali-kali ketika itu untuk pergi ke Gazza atau ke Khurosan)[10].

Dan yang aneh, mereka berusaha mengajak bergabung orang-orang yang manhajnya menyimpang, kemudian mereka mengingkari jama’ah -jama’ah lain jika pada mereka ada seseorang yang merokok atau semisal itu.

Adapun jika tidak mentarget seluruh rafidhoh itu adalah penyimpangan, maka Abu Mush’ab Az Zarqawi sudah tentu salah satu yang menyimpang! Karena beliau mengecualikan dan bersikap netral kepada salah satu kelompok dari mereka, telah diterbitkan penjelasan resmi tandzim Al Qaidah di Negeri Dua Sungai (Irak) dengan judul: (penjelasan dari tandzim al Qaidah di Negeri Dua Sungai seputar sikap tandzim, setelah kalimat Abu Mushab az zarqowi) tertanggal Senin 15/Sya’ban/1426 H bertepatan dengan 19/09/2005 M. Disebutkan di dalamnya: (Dan tandzim telah menyelidiki dan memastikan dengan metodenya yang khusus ketidak ikut sertaan dengan kelompok-kelompok lain dalam pembantaian ini, dan tidak membantu kelompok lain bagi penjajah, dan membantu kejahatan mereka, seperti kelompok Ash Shodri, Al Khalishi dan Al Husni, serta lainnya, maka tandzim menetapkan untuk tidak melakukan konfrontasi dalam bentuk gangguan apapun kepada tokoh dan awam kelompok ini, selama mereka tidak berperan serta.)

Abu Mush’ab Az Zarqawi juga berkata dalam memberi catatan dengan pengecualian ini: (Ada pengecualian berdasarkan bahwa di sana ada kaum rafidhoh yang takut dengan ikut intervensi dalam perang melawan ahlus sunnah, dari sini kita memberi pengecualian dan kami katakan: Jika engkau ingin selamat maka tahanlah diri kalian dari keluarga kami, tinggalkan membantu Amerika dan biarkan peperangan hanya antara kami dengan kaum salibis)[11].

Dan syaikh Aiman Adz Dzhowahiri berkata – pada masa Al Qaidah Usamah bin laden rahimahullah – dalam membantah Sayyid Imam, menjelaskan maksud syaikh Abu Mush’ab Az Zarqawi: (Kemudian penulis membahas tentang syiah dan membunuh syiah, dan aku sangat ingin menjelaskan perkaranya, yaitu bahwa akh syaikh Abu Mush’ab Az Zarqawi -rahimahullah – setelah peristiwa Tal Afaf, yang mana milisi syiah telah berlaku melampaui batas atas kehormatan kaum muslimin, beliau mengeluarkan penjelasan untuk memerangi seluruh syiah di Irak, dan media sangat memperhatikan sekali hal itu, kemudian setelah dua hari lembaga syareat Tandzim Al Qaidah di Negeri Dua Sungai mengeluarkan pernyataan, dan menjelaskan serta menerangkan hal-hal yang masih umum dan rancu pada pernyataan pertama, yang mana itu dirilis sebagai bantahan atas perbuatan serangan yang mengenaskan yang dilakukan di Tal Afar, dan menegaskan bahwa tandzim Al Qaidah di Negeri Dua Sungai tidak mentarget awam Syiah, akan tetapi menarget milisi-milisi yang menjadi antek seperti pasukan Al Badr, dan itu adalah pernyataan yang media pura-pura tidak tahu)[12].

Adapun bila syiah di tempat perang tidak ada dakwah secara mutlak maka konsekwensinya bahwa Abu Umar Al Baghdadi – Amir Daulah Islam Irak – juga menyimpang, beliau berkata kepada rafidhoh; (Namun pintu taubat itu masih tetap terbuka bagi kalian, dan janganlah kalian mengira bahwa kami akan membasmi pertanian dan membunuh kalian seluruhnya tanpa meninggalkan seorangpun jika kami menguasai perkara kalian, karena pembunuhan serampangan tanpa ketentuan syareat adalah haram dalam agama Allah, dan muamalah kami dengan kalian akan terjadi sesuai dengan tuntutan syareat Allah dengan seperti keadaan kalian ini adalah: dakwah kepada kebenaran, menjelaskan manhaj dan menghilangkan syubhat dengan lemah lembut dalam semua ini, dan barangsiapa yang mengabaikannya maka hukumnya adalah milik Allah, awal dan akhirnya.)[13].

Maka konsekwensi dari petikan ini (perkataan adnani diatas) adalah:

1.Bahwa Al Qaidah pada masa Usamah bin laden rahimahullah menyimpang. Beliau mengulang beberapa kali pendapat ini yaitu mengudzur awam syiah.
2.Bahwa mayoritas aktivis jihadi menyimpang.
3.Bahwa Abu Umar Al Baghdadi juga menyimpang.
4.Khilafah ala al Baghdadi berusaha memasukkan orang yang menyimpang menurut mereka yaitu Syaikh al maqdisy untuk bergabung, maka seharusnya ia tidak mencela jama’ah-jama’ah lain jika khilafah melakukan yang sama!.
5.Perbedaan neraca dan mensifati “penyimpangan” antara syaikh Az Zarqawi dengan orang yang mengklaim berjalan diatas manhajnya.

________________”+”______________

Catatan :
kaum muslimin sepakat bahwa syiah adalah sesat. Kami tidak perlu menyebutkan bukti akan hal ini, karena sudah terlalu banyak. Dan kesesatan syiah bertingkat-tingkat. Karena sekte syiah terpecah berkeping-keping menjadi sekian banyak sekte. Ada yang dianggap mendekati ahlus sunah, ada yang pertengahan, bahkan ada yang memiliki ajaran berbeda dengan berbagai prinsip ajaran islam.

Diantara sekte syiah yang dinyatakan paling dekat dengan ajaran islam dari pada sekte lainnya adalah syiah zaidiyah, yang banyak tersebar di Yaman. Sekte ini tidak mengkafirkan sahabat, dan banyak bersebarangan dengan sekte imamiyah di Iran. Karena itu ada sebagian orang yang menolak ketika zaidiyah disebut syiah. Zaidiyah sangat berbeda dengan syiah. (simak Al-Farq baina Al-Firaq, 1/15).

Disamping itu, tidak semua orang syiah paham tentang islam dan inti ajaran islam. Bahkan bisa jadi, sebagian besar hanyalah korban ideologi sesat. Sebagaimana layaknya PKI masa silam. Kita yakin, tidak semua para petani tebu paham apa itu komunis, tahunya hanya ikut kumpul-kumpul dan dipanasi untuk melawan pemerintah.

Kami menduga kuat, sebagian besar orang syiah hanya korban ideologi. Masyarakat syiah sampang, bisa jadi, mereka sama sekali tidak paham dan tidak tahu menahu apa itu syiah, apa itu aqidah imamiyah. Mereka hanya didoktrin: cinta ahlul bait.. cinta ahlul bait… dan selain kelompok mereka, divonis membenci ahlul bait. Anda bisa menyimak pengakuan mereka di: Taubatnya 3 Wanita Syiah .https://www.google.co.id/…/kisah-taubatnya-3-wanita-sy…/amp/

Karena itulah, perlu dirinci antara hukum untuk sekte dan hukum untuk penganut sekte. Para ulama membedakan antara hukum untuk sekte syiah dan hukum untuk penganut sekte syiah. Sekte syiah yang mengajarkan prinsip yang bertentangan dengan inti ajaran islam, seperti mengkafirkan Abu Bakar, Umar, dan beberapa sahabat lainnya. Atau menuduh A’isyah radhiyallahu ‘anha berzina. Sekte semacam ini dihukumi kafir. Karena dengan prinsip ini, menyebabkan orang menjadi murtad, keluar dari islam.

Demikian pula hukum untuk penganut syiah. Pendapat yang tepat dalam hal ini, tidak menyama-ratakan hukum mereka. Bisa jadi ada sebagian diantara mereka yang memahami bahwa ajaran syiah itulah islam. Seperti kesaksian 3 wanita syiah yang taubat di atas. Sejak lahir hingga besar, yang dia tahu bahwa islam adalah apa yang mereka dengar di lingkungannya.

Barokallohu fikum..

Catatan kaki:
[1] Majalah Al Anshar, edisi 91, hal: 18. Tanggal: Kamis 6 April 1995 M.

[2] Yang kami maksud jama’ah (Al Qaedah) yang dipimpin oleh Syaikh Usamah, dan jama’ah (Al Jihad) yang dipimpin oleh syaikh Aiman, yang keduanya melebur menjadi satu pada tahun 1998 M dengan nama (Tandzim Qaidatul Jihad), lihat ke juz pertama dari rilisan: Ghazwah Manhattan (40:00), yang dikeluarkan oleh Yayasan As Sahab, September 2006.

[3] Majmu’ Abhats wa Rasail wa Taujihat syaikh Aiman Adz Dzowahiri, hal: 471.

[4] Risalah min doktor Aiman Ali Abi Mush’ab Az Zarqawi, hal: 13.

[5] Risalah min Athiyyatullah Ila Abi Mush’ab Az Zarqawi, hal: 8.

[6] Ajwibatul Hisbah, hal: 201.

[7] Dakwah Al Muqawamah Al Alamiyah, hal: 792.

[8] Wawancara syaikh Abu Muhamad Al Maqdisi dengan Al Jazera 2005, hal: 12/13.

[9] Al Arshiful Jami’ Likalimati Khithobaat syaikh Abu Mush’ab Az Zarqawi, hal: 331.

[10] Syaikhiy Al Asbaq Hadza Firoqu Baini wa Bainaka, hal: 8.

[11] Hiwar Abul Yaman ma’a Abu Mush’ab Az Zarqawi, hal: 18.

[12] Tabriatu ummatil Qalami was Saifi min Minqashati Tuhmatul Khauri wadh Dha’fi,hal: 164.

[13] Majmu’ Tafrighati Kalimatil Qadati Daulatil Irak Al Islamiyah, hal: 30. Teguh Suprianto Reload

(AB)

baca juga, SYAIKH AL-MAQDISY MENEGASKAN ISIS/IS TELAH MENYIMPANG DARI JALAN KEBENARAN