Pesan Penting Syaikh Usamah Bin Ladin ( Bagian 3 )

baca sebelumnya, KEHANCURAN AMERIKA KARENA KEDZALIMAN MEREKA DALAM MENJAJAH DUNIA ISLAM

Duniaekspress, 13 september 2017.- 

Tuan, saya perhatikan jawaban-jawaban anda sering menunjuk kepada permasalahan Palestina. Sedangkan judul perjuangan anda sebelum ini kalau boleh saya katakan adalah seperti yang Tertera dalam sepotong hadis “usirlah orang orang Musyrikin dari Jazirah Arab” Dan sejak dahulu perjuangan anda hanya menitik beratkan kepada pengusiran tentara Amerika dari Jazirah Arab. Tetapi akhir-akhir ini kami perhatikan anda mulai mengubah arah, anda menjadikan permasalahan Palestina atau yang anda sebut sebagai permasalahan Al-Aqsha sebagai tujuan utama. Apa komentar anda?

Sudah tidak di ragukan lagi bahwa jihad hukumnya Fardhu ‘ain di zaman ini. Baik itu untuk membebaskan Al-Aqsha dan membela saudara seiman di Palestina, Iraq, Kashmir dan sebagainya. Dan tidak diragukan juga bahwa membebaskan tanah suci dari penjajahan Amerika juga hukumnya Fardhu ‘ain. Tetapi tuduhan bahwa Usamah sekarang mendahulukan permasalahan Palestina dari permasalahan tanah suci itu tidak benar, karena saya telah memulai mengajak umat Islam untuk memboikot produk-produk Amerika sejak tahun 1407 H (1987 M). Ketika itu saya katakan bahwa harta-harta kita di ambil oleh Amerika dan diberikan kepada Yahudi, lalu di gunakan untuk membunuh saudara-saudara kita di Palestina.

Tetapi kedua dua permasalahan ini hukumnya sama yaitu fardhu ain, dan masih banyak lagi fardhu-fardhu ain yang lain. Karena itulah garis peperangan yang kami buka sejak dahulu adalah garis peperangan melawan Yahudi dan Kristen Salibis. Karena kadangkala di satu arah lebih terbuka dari yang lain, maka kita bergerak di arah itu dengan tanpa melalaikan kewajiban lainnya. Jadi bermulanya gerakan Intifadhah pada bulan Rajab dahulu telah memanggil kami untuk menitik beratkan permasalahan ini. Perpindahan ini hanyalah sebuah perpindahan dari kewajiban kepada kewajiban. Perpindahan seperti ini menurut saya tidak ada salahnya. Karena semuanya sama saja, memukul Amerika demi membela Palestina juga berarti memukulnya untuk membela tanah suci.

Baiklah Syaikh, anda telah berfatwa akan wajibnya berjihad melawan Yahudi dan kelompok salibis, tetapi kami lihat ada fatwa-fatwa ulama yang lain, yang selaras dengan fatwa anda ini, dan ada juga yang kami temui berlawanan dengan fatwa anda, mereka mempertanyakan: “Mengapa kita memerangi Yahudi hanya karena dia beragama Yahudi ? Atau Nasrani karena dia beragama Nasrani?

Alhamdulillah, sebenarnya sudah banyak fatwa yang menerangkan masalah ini. Di Pakistan umpamanya, para ulama yang diketuai oleh Mufti Nizamuddin telah mengeluarkan fatwa dalam masalah ini. Di tanah suci juga oleh Syaikh Hamud bin Uqla as Syuaibi, semoga Allah memberkahi umurnya. Beliau adalah ulama besar di jazirah Arab, yang mendukung peperangan melawan Yahudi yang selama ini membantai umat Islam di Palestina dan sebagainya, yang fatwa ini juga di dukung oleh Syaikh Sulaiman bin Ulwan, bahkan ada sebuah buku karangan salah seorang pelajar Islam yang menerangkan tentang hakikat peperangan Salib baru. Semua itu menafikan pernyataan mereka yang menganggap peperangan ini tidak benar.

Lalu bagaimana dengan mereka yang terbunuh tanpa dosa?

Membunuh penduduk sipil dan mereka yang tidak berdosa sebagaimana yang di tuduhkan oleh mereka yang mengaku sebagai golongan intelektual, adalah pernyataan yang aneh. Siapakah yang menganggap bahwa anak-anak kita dan penduduk sipil kita bukan masyarakat yang tidak berdosa, dan darah mereka halal ditumpahkan. Jika kita membunuh penduduk sipil mereka, seluruh dunia menjerit dan Amerika akan mengajak seluruh sekutunya untuk menghancurkan kita.

Siapakah yang berkata bahwa darah kita tidak berharga dan darah mereka adalah darah yang mahal ? Siapakah yang terus-menerus terbunuh di negeri-negeri kita sejak berpuluh puluh tahun yang lalu?

Lebih dari 1 juta anak-anak mati di Iraq, bahkan hingga kini masih terus berguguran. Tapi kenapa kita tidak mendengar ada jeritan atau perasaan sedih dari pihak manapun ? Telah di riwayatkan dari Nabi kita Muhammad saw. Dalam sebuah hadis sahih : Ada seorang wanita yang dimasukkan ke neraka karena anak kucing, yang di ikatnya, dia tidak memberinya makan atau juga tidak mengizinkannya untuk mencari makan walau di tempat sampah. Ini hanya karena anak kucing, lalu bagaimana dengan jutaan nyawa umat Islam yang terbunuh selama ini ?

Mana pembelaan para intelektual, mana para pembelaan penulis, manakah mereka yang dihatinya punya sedikit perasaan kasihan. Kenapa mereka menjerit-jerit jika melihat seorang Yahudi yang terbunuh, sedang setiap hari Yahudi membantai anak-anak kita. Ada sesuatu yang tidak beres di sini, yang harus segera di perbaiki. Tetapi tabiat manusia memang selalu mengekor yang kuat. Mereka jika menuduh kita dengan tuduhan yang tidak terbukti, mereka tahu kita tidak akan menjawab tuduhan itu.

Jika mereka duduk di pihak Amerika mereka merasa bangga. Ada sebuah cerita tentang seorang raja Arab yang membunuh salah seorang rakyatnya. Semua orang tahu bahwa raja memang haus darah. Lalu abang orang yang terbunuh tadi membalas dendam dan membunuh raja itu. Tetapi justeru dia mendapati hardikan dari masyarakat, mereka bilang, kau bunuh raja itu hanya karena adikmu ? Lalu siapakah yang mengistimewakan darah raja ini dari rakyatnya ? Keduanya sama-sama jiwa, begitu juga di zaman ini jiwa umat Islam juga berharga.

Lalu si abang ini berkata: “Adikku adalah rajaku.” Maka bagi saya semua anak-anak kita di Palestina adalah raja-raja kami. Oleh karena itu kita bunuh raja-raja mereka sebagai balasan karena mereka juga telah membunuh raja-raja kami. Ini adalah sesuatu yang di perbolehkan oleh Syariat dan masuk akal.

Jadi anda hanya ingin membalas dengan balasan setimpal ?

Ya, dan itu diperbolehkan baik secara Syar’I dan juga secara akal, karena mereka yang banyak bicara dalam masalah ini sebagiannya berbicara dari segi hukum Syar’inya.

(AB)

bersambung…

baca juga, TELA’AH STRATEGI JIHAD AL-QAIDAH PASCA MELEMAHNYA ISIS/IS