Duniaekspress, 13 September 2017- Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) mengecam penangkapan para pengkhotbah dan cendekiawan Muslim yang dilakukan pemerintahan Arab Saudi. IUMS juga mendesak Raja Saudi Salman bin Abdulaziz untuk segera membebaskan para dai tersebut.

Salman al-Audah, seorang pengkhotbah Muslim terkemuka dan anggota dewan pengurus IUMS dan lebih dari 20 lainnya ditangkap pada hari Ahad (10/9) menurut berita viral dimedia sosial.

IUMS yang berbasis di Doha mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (11/9) bahwa para cendekiawan “tidak boleh digunakan sebagai pion dalam perselisihan politik”, mengacu pada krisis antara Qatar dan empat negara Arab lainnya – Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir.

“Sehubungan dengan krisis tersebut [dengan] negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC), Audah tidak melakukan apapun kecuali meminta persatuan di antara negara-negara bersaudara ini,” pernyataan tersebut menyimpulkan dari tweet terakhir Syaikh Salman al Audah yang, meyatakan bahwa mendesak anggota GCC untuk “berkumpul untuk demi rakyat mereka “.

IUMS adalah sebuah organisasi para teolog Islam yang dipimpin oleh ketua Yusuf al-Qaradawi dan berkantor pusat di Qatar.

Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penangkapan yang dilaporkan.

Insiden tersebut terungkap di Twitter setelah Khalid bin Fahd al-Audah melakukan tweet pada hari Minggu bahwa pihak berwenang Saudi telah menangkap saudara kandungnya.

Dia tidak merinci waktu penangkapan atau kemungkinan alasan di baliknya.

Pada hari Senin (11/9) para aktivis mengabarkan di media sosial bahwa pihak berwenang Saudi telah menahan lebih dari 20 pengkhotbah dan cendekiawan Muslim dengan alasan yang tak jelas.

Di samping Auda, yang dilaporkan ditahan termasuk dai terkemuka Saudi Aaidh al-Qarni dan Ali al-Omari.

(IF)

Sumber: Al Jazeera

baca juga, ARAB SAUDI GAGALKAN UPAYA TEROR ISIS/IS