Duniaekspress, 14 September 2017- Pemimpin nasional Myanmar Aung San Suu Kyi tidak akan menghadiri sidang Majelis Umum PBB yang akan datang di New York.

Seorang juru bicara partainya, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), mengatakan kepada kantor berita Reuters Selasa (12/9) bahwa pemenang Hadiah Nobel Perdamaian telah menarik diri dari pertemuan di New York pada 20 September. “Tidak ada alasan untuk penarikannya” katanya.

Aung San Suu Kyi, yang jabatan resminya adalah penasihat negara menghadapi kecaman keras atas pembunuhan sistematis dan pemindahan Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine bagian barat.

Sejak 25 Agustus, 370.000 Muslim Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh. Namun juru bicara NLD mengatakan bahwa dia tidak mengetahui alasan penarikan mundur Aung San Suu Kyi dari Majelis Umum tahun ini.

“Dia tidak pernah takut menghadapi kritik atau menghadapi masalah. Mungkin dia punya banyak masalah mendesak untuk diurus,” Aung Shin, juru bicara tersebut, mengatakan kepada Reuters, Rabu (13/9/2017).

U Henry Van Thio, wakil presiden Myanmar, diperkirakan akan menghadiri majelis tersebut dan berbicara atas nama Myanmar, kantor berita resmi China Xinhua melaporkan pada hari Rabu.

Krisis atas respon sengit pasukan keamanan terhadap Rohingya adalah masalah terbesar yang dihadapi Aung San Suu Kyi sejak menjadi pemimpin Myanmar tahun lalu.

Kritikus telah menyerukan untuk mencabut hadiah Nobel perdamaian karena dia (Aung San Suu Kyi) gagal berbuat lebih banyak untuk mengatasi krisis tersebut.

(IF)

baca juga, KESAKSIAN ATAS KEBIADABAN REZIM BUDHA MYANMAR ATAS KAUM MUSLIMIN ROHINGYA