Duniaekspress, 14 september 2017. – Kengerian yang terjadi di Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS/IS) benar-benar nyata adanya.

Hal ini dituturkan oleh para deportan ISIS/IS asal Indonesia setelah kembali ke tanah air, setelah mereka berhasil melarikan diri dari kungkungan ISIS/IS

Gambaran khilafah ala ISIS/IS yang diceritakan Heru misalnya, sunggu mencerminkan betapa mencekam dan tidak amannya negara itu.

Hampir setiap hari selalu saja terjadi perkelahian yang disebabkan oleh hal-hal kecil.

Misalnya soal makanan atau senggolan di jalan.

“Jadi Istilahnya (kehidupan di sana) kaya preman lah ya, kami pun tidak pernah bergaul di sana karena takut. Mereka sangat kasar,” ungkapnya pada video yang diunggah akun YouTube DamailahRI.

Bahkan satu hari Heru melihat secara langsung bentuk kekejian anggota militan ISIS/IS.

Tepatnya Heru memang tidak melihat eksekusi pemenggalan kepala korban, hanya saja ia menyaksikan kepala yang sudah terpisah dari tubuhnya dibuat mainan anak-anak.

Kejadian itu terjadi di Bundaran Menara Jam, dimana tubuh korban diikat pada tugu di sana dan terus disiksa.

Heru baru mengetahui ada kejadian itu saat mengetahui ada keramaian dan ketika melihat itu, Heru pun semakin takut terhadap ISIS/IS.

“Orang sudah mati saja digituin, membuat kami semakin takut dan harus berhati-hati,” tuturnya.

Saat ditanya penyebab korban disiksa, Heru menjawab tak tahu pastinya karena sudah melihat seperti itu.

Tak hanya itu, pergaulan di sana juga menyeramkan.

Banyak anak-anak pendatang yang sering bergerombol dan suka tawuran.

Kondisi itu bukan hanya dirasakan oleh Heru, tetapi juga Nurshandrina.

Ia menyaksikan saat mereka berkelahi bukan hanya adu fisik tetapi menggunakan benda tajam.

“Beramtemnya masak sampai lempar-lemparan pisau, padahal katanya sesama muslim itu bersaudara?’

Hal itu langsung membuat penilaiannya berubah soal ISIS/IS.

Karena menurutnya tidak sesuai dengan apa yang mereka share propagandanya di web situs mereka dan akun media sosialnya.

Perilaku mereka, lanjutnya, sangat keji dan dzalim.

Antar sesama pun mereka saling bergunjing dan memfitnah.

Belum lagi kalau tidak sepaham dengan pemikiran ISIS/IS, mereka akan langsung menganggap orang itu munafik bahkan tidak segan-segan dicap kafir atau murtadz.

(AB)

 

 

baca juga, BENARKAH ISIS/IS ITU PEMBOHONG ?