Pesan Penting Syaikh Usamah Bin Ladin ( Bagian 4 )
Apa dalil anda?

baca sebelumnya, SERANGAN WTC HANYA SEKEDAR BALASAN DARI KEJAHATAN AMERIKA

Duniaekspress,  september 2017, –

Ada dalilnya, bahwa Rasulullah SAW melarang membunuh anak-anak dan wanita dalam peperangan. Ini memang benar dan sahih dari Nabi SAW. Tetapi larangan ini tidak mutlak, ada dalil-dalil lain yang mengecualikan larangan ini. Seperti Firman Allah : Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan setimpal. (An Nahl:126)

Para ahli ilmu berkata, yakni Al-Imam Ibnul Qayyim dan Syaukani dan ulama-ulama Islam lainnya, begitu juga Imam Qurtubi dalam tafsirnya menyatakan bahwa jika orang orang kafir itu sengaja membunuhi anak-anak dan wanita kita, maka boleh bagi kita untuk melakukan hal yang sama sebagai pelajaran bagi mereka agar mereka berhenti. Adapun mereka yang bersuara bahwa tidak patut bagi kita untuk membunuh anak-anak mereka sebenarnya mereka bicara tanpa dasar.

Dan pemuda-pemuda yang telah berhasil melakukan serangan itu, mereka tidak bermaksud untuk membunuh anak-anak. Tetapi mereka menyerang markas terbesar kekuatan militer yang terkuat di seluruh dunia. Gedung Pentagon yang ditempati lebih dari 64 ribu pekerja itu adalah markas tentara dan pusat pengendalian.

Lalu bagaimana dengan World Trade Center di New York?

Yang terbunuh di bangunan WTC adalah pakar-pakar ekonomi, dan WTC bukan taman kanak-kanak. Yang berada di dalam bangunan itu adalah golongan yang mendukung sebuah kekuatan ekonomi yang membuat kerusakan di bumi. Jadi marilah kita jujur dalam memandang. Perbaiki kembali perhitungan anda, karena serangan itu hanyalah sebuah balasan dari apa yang telah dilakukan oleh mereka sendiri.

Syaikh Usamah, kita lihat sekarang Media massa berbicara bahwa anda memimpin sebuah organisasi yang mempunyai jaringan yang meluas. Dan katanya kekuatan Al-Qaidah ini juga cukup di segani. Anda menggunakan kekuatan ini untuk melaksanakan serangan-serangan atas orang-orang kafir. Anda juga memberikan supply kepada kelompok-kelompok Islam radikal lainnya. Yang ingin saya tanyakan adalah seberapa besar hubungan antara Al-Qaidah, dengan seseorang yang bernama Usamah bin Ladin.

Saya ulangi apa yang telah saya katakan tadi, bahwa hal ini bukan khusus bagi saya. Bukan juga khusus bagi Al-Qaidah. Kita adalah anak-anak umat Islam, pemimpinnya Muhammmad saw. Robb kita satu yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan Nabi kita satu yaitu Muhammmad saw.

Kiblat kita satu, dan kita adalah umat yang sama. Kita juga mempunyai kitab yang sama. Kitab ini mengikat kita dengan ukhuwwah Iman. Jadi setiap mukmin adalah saudara. Jadi permasalahan ini bukan seperti yang digambarkan Barat bahwa peperangan ini antara Amerika dan Al-Qaidah, sebenarnya sebutan Al-Qaidah adalah sebuah nama lama.

Nama ini tumbuh dengan tanpa sengaja. Dahulu saudara Abu Ubaidah Al-Pansyiri telah membuat sebuah kamp latihan untuk melawan pasukan tempur Russia yang teroris itu, maka kamp itu kami namai dengan “Qaidah” yang dalam bahasa arab berarti markaz pusat latihan.

Kemudian nama itu tumbuh dengan sendirinya. Sebenarnya kita tidak terpisah dari umat ini. Mereka adalah saudara kami dan kami juga saudara mereka. Lihat saja demonstrasi-demonstrasi yang tersebar dari negeri timur Filipina, Indonesia hingga ke negeri-negeri Barat sampai ke Mauritania.

Kita berbicara tentang umat, adapun pemuda-pemuda yang telah mengorbankan diri mereka di New York dan Washington itu, mereka adalah wakil-wakil umat ini, mereka menyatakan bahwa harus ada pembalasan atas orang-orang zalim itu.

Bukan semua Teror itu tercela. Ada Teror yang baik dan ada yang tercela. Umpamanya kita lihat penjahat-penjahat itu merasa takut dengan polisi. Lalu apakah kita katakan kepada polisi itu bahwa anda adalah teroris karena selalu menteror (menakut nakuti) penjahat ?

Tentu tidak, karena Teror polisi terhadap penjahat ini adalah Teror yang terpuji dan baik. Dan Teror para penjahat terhadap masyarakat adalah Teror yang tercela. Amerika dan Israel sekarang melaksanakan Teror tercela ini. Dan kami melaksanakan Teror baik yang akan menghentikan mereka dari terus-menerus membantai anak-anak kita di Palestina dan sebagainya.

Lalu apakah strategi organisasi Al-Qaidah ini terhadap negara-negara Arab, dilihat dari segi dukungan beberapa negara-negara Arab terhadap tuduhan Amerika tentang keterlibatan anda dengan serangan 11 September itu ? Kita lihat beberapa negara Arab sangat keras mengecam anda dan apa jawaban anda terhadap kecaman keras dari menteri dalam negeri Saudi Arabia ?

Saya ulangi lagi, bahwa sebenarnya kami adalah sebagian dari umat ini, dan tujuan kami adalah membela umat dan mencabut hukum buatan manusia yang selama ini dipaksakan oleh Amerika atas negara-negara umat Islam. Tujuan kami adalah menjadikan umat ini di bawah hukum Robb-nya yang telah menciptakan mereka.

Saya telah mendengar sebagian dari ucapan menteri dalam negeri Saudi yang telah menuduh saya mengkafirkan umat Islam. Nauzubillah…kami menganggap semua umat Islam adalah Muslimin Dan kami tidak mengkafirkan seseorang pun kecuali yang telah melakukan sesuatu perbuatan yang membatalkan ke-Islamannya Seperti yang telah di jelaskan oleh para ulama Muslimin.

Tujuan kami adalah untuk menyatukan umat ini di bawah naungan Kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya SAW. Kami juga ingin mendirikan kembali kekhilafahan Islam yang telah diberitahukan oleh Nabi kita SAW dalam sebuah hadis sahih, bahwa kekhilafahan yang suci pasti akan datang kembali di akhir zaman nanti dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Tetapi umat ini harus menyatukan kekuatannya untuk menghadapi serangan salibis ini. Karena serangan Amerika ke Afghanistan, adalah sebuah permulaan Perang Salib atas umat Islam. Perang salib kali ini adalah yang paling mengerikan dibanding perang salib yang terjadi sebelumnya. Bush sendiri telah menyebutkan dengan lisannya sendiri “Crussade” yakni Perang salib.

Anehnya, kita selalu dituduh dengan pernyataan-pernyataan yang sebenarnya tidak pernah kami lafazkan. Lalu sebagian umat Islam mempercayai tuduhan itu, seperti yang baru anda sebutkan tadi, saya dituduh mengkafirkan umat Islam, Nauzubillah…Saya tidak pernah menyatakan hal itu, tetapi ketika Bush benar-benar berkata “Perang salib” mereka mencari-cari alasan untuk menafikannya “ooo tidak, tidak, dia tidak bermaksud perang salib yang itu” sedang Bush benar-benar menyatakannya dan dia benar-benar bermaksud perang Salib..!!.

Jadi dunia kini terbagi dua, dan dalam hal ini Bush telah jujur, yakni hanya ada dua pilihan, bersama Amerika, atau bersama teroris atau juga bisa disebut, anda mau ikut tentara Salib atau bersama tentara Islam..

Gambaran Bush sekarang adalah seperti orang yang berdiri di depan barisan dan membawa salib yang besar. Saya bersumpah dengan nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahwa barang siapa yang ikut di belakang Bush maka telah murtad dari agama Allah..

Dan hukum ini adalah hukum yang sangat jelas tertera di dalam kitab Allah. Dan tidak sedikit dari ulama Islam yang telah menfatwakan hal ini, dengan dalil firman Allah (Al-Maidah: 51), “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpn bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” Para ulama berkata: Barangsiapa yang berloyalitas kepada orang kafir, maka ia telah kafir.

Dan bentuk sebuah loyalitas yang paling nyata adalah Al-Munasharah (bekerjasama) baik dengan lisan atau anggota badan. Jadi barangsiapa yang mengikuti Bush dalam menyerang Islam kali ini, telah kafir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dan dalam firman Allah (Al-Maidah: 52- 53), “Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: ”Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: “Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu ?”Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.”

Imam Ibnu Katsir berkata dalam tafsir ayat ini: “Pada awalnya para sahabat tidak mengetahui bahwa dedengkot munafiqin (Abdullah bin Ubay bin Salul) telah kafir. Lalu ketika terjadi permusuhan antara umat Islam dan Yahudi, dan Rasulullah SAW ingin menghancurkan umat Yahudi, dedengkot munafiqin ini bergerak mendukung pihak Yahudi, dan berbalik memusuhi Rasulullah SAW.

Maka turunlah ayat itu, jadi orang yang mendukung orang-orang kafir, dia dihukumi kafir. Dan ayat yang setelah itu masih menerangkan permasalahan yang sama, (Al Maidah: 54). “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka an merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Jadi saya nasehatkan kepada seluruh umat Islam agar berhati-hati dalam mendukung Yahudi dan Nasrani. Dan siapapun yang sudah terlanjur, walau hanya dengan lisan, maka hendaknya ia memperbarui imannya dan bertobat kepada Allah Subhanahu Wata’ala..

Walau hanya dengan lisan?

Ya … walau hanya dengan lisan, dia telah murtad dari agama Islam.

Kalau begitu anda telah mengkafirkan jumlah yang besar dari umat ini?

Tidak, tidak besar… hukum ini adalah hukum yang paling nyata dalam kitabullah.

(AB)

bersambung…

baca juga, AMIR AQAP SYAIKH AR-REMI: “KEKALAHAN TELAK AMERIKA DI YAMAN”