Duniaekspress, 15 September 2017- Kelompok hak asasi manusia Amnesty International telah merilis gambar satelit yang menurutnya menunjukkan sebuah “serangan yang diatur” untuk membakar desa Rohingya di Myanmar barat.

“Ini adalah bukti bahwa pasukan keamanan berusaha untuk mendorong kelompok minoritas Muslim ke luar negeri,” Kata Amnesty Internasional. Namaun militer Myanmar mengatakan bahwa pihaknya memerangi militan dan menyangkal menargetkan warga sipil.

Sekitar 389.000 orang Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak kekerasan dimulai bulan lalu. Mereka telah lama dianiaya di Myanmar sebagai “imigran ilegal”.

“Sedikitnya 30% desa Rohingya di negara bagian Rakhine sekarang kosong,” kata pemerintah.

Mereka telah tinggal di negara bagian di Myanmar, yang juga dikenal sebagai Burma, beberapa generasi namun ditolak kewarganegaraannya.

Myanmar menghadapi kecaman internasional atas krisis tersebut.
Pada hari Kamis (14/9) Sekretaris Negara AS Rex Tillerson mengatakan bahwa demokrasi Myanmar menghadapi “momen yang menentukan”.

“Saya pikir penting bahwa komunitas global berbicara untuk mendukung apa yang kita semua tahu harapannya adalah untuk perlakuan terhadap orang-orang tanpa memandang etnis mereka,” katanya di London.

“Kekerasan ini harus dihentikan, penganiayaan ini harus dihentikan.” tegasnya.

Sehari sebelumnya Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan Rohingya menghadapi situasi kemanusiaan yang dahsyat, dan serangan terhadap penduduk desa tidak dapat diterima. Dewan Keamanan PBB telah meminta langkah mendesak untuk mengakhiri kekerasan tersebut.

Sumber: BBC

(IF)

baca juga, PBB: 400 RIBU MUSLIM ROHINGYA TINGGALKAN MYANMAR