Pesan Penting Syaikh Usamah Bin Ladin ( Bagian 6 )

Duniaekspress, 16 september 2017. –

baca sebelumnya, PERDAMAIAN HANYA SEKEDAR SLOGAN, KETIKA AMERIKA MENJELMA SEBAGAI PENJAJAH

Baiklah Syaikh Usamah, apakah pesan anda kepada ummat Islam ?

Saya tegaskan di sini bahwa dalam peperangan salib ini akan kita teruskan hingga kita menemui Allah SWT. Dan terus akan kita ajak umat ini untuk bergerak bersama. Dan peperangan itu kini sedang terjadi. Jadi negara mana saja yang ikut ke dalam benteng Yahudi, hendaknya jangan menyesali dirinya di kemudian hari nanti.

Dan keterangan Syaikh Sulaiman Abu Ghaits dalam pernyataan resminya bahwa serangan akan di konsentrasikan ke Amerika dan Inggris . Itu bukan maknanya hanya dua negara ini saja yang memusuhi umat Islam, tetapi itu semua hanyalah untuk memberi waktu kepada negara-negara yang lain untuk berfikir kembali.

Coba fikir…apa urusan Jepang dalam peperangan ini ? Apa yang memaksa Jepang untuk ikut campur tangan dalam peperangan sengit ini ? Dan saya yakin Jepang tidak akan mampu untuk ikut campur dalam peperangan ini, jadi cobalah fikirkan kembali. Dan apa juga urusan Australia dengan korban perang salib di Afghanistan ini ? Lalu apa juga urusan Jerman ? Sebenarnya mereka semua diikat dengan satu ikatan yaitu ikatan kekufuran dan Salibiah.

Jadi perang salib ini seperti perang perang salib yang lalu, Richard, dan Barbarosa dari Jerman, dan Louis dari Perancis. Dan kini hal serupa terjadi, ketika Bush mengangkat salib, mereka berlomba-lomba untuk mengikutinya. Lalu apa urusan negara-negara Arab yang sampai berani ikut secara terang-terangan. Mereka lebih senang untuk tinggal di benteng kufur dunia. Jadi barangsiapa yang ikut membantu benteng salib walau hanya dengan lisan, atau bantuan logistik, maka dia wajib diperangi. Lalu apakah kamu memberikan bantuan logistik untuk membunuh anak-anak umat Islam ? Bagaimana kita bisa mempercayai orang yang kononnya mencarikan bantuan untuk korban peperangan di Afghanistan, sedang dia adalah penyebab utama masuknya tentara salib ke tanah suci.

Bagaimana kita mempercayainya, sedang dialah yang meyebabkan terbunuhnya lebih dari dua juta bayi di Iraq. Lalu apakah mereka ini tidak memiliki perasaan ? Apakah mereka tidak punya iman ? Bagaimana iman mereka bisa sah sedang mereka membantu orang-orang kafir untuk membunuhi umat Islam ?

Mereka yang banyak bicara tentang hak asasi manusia di Amerika, tidak pernah merasakan sedihnya kehilangan anak. Mereka juga tidak pernah mau tahu tentang apa yang sedang dialami oleh anak-anak kita di Palestina. Mengapakah saudara-saudara kita di Palestina harus hidup dalam ancaman pesawat-pesawat helikopter Israel, mereka ditembaki di rumah-rumah mereka, bersama anak dan isteri mereka, sedang orang-orang bodoh itu berpura-pura menangisi korban serangan 11 September di Amerika dan mereka tidak pernah sekalipun menangisi korban Palestina.

Apakah mereka tidak takut dengan akibat perbuatan itu ? Sedang Rasulullah SAW Bersabda: “Barang siapa yang tidak pernah berperang melawan orang kafir maka akan dikenai kiamat sebelum hari kiamat”

Takutlah kepada Allah dan lepaskanlah boikotmu atas anak-anak yang tidak berdosa itu. Adapun Barat,… terserah mereka…. Eropa mau ikut campur.. silahkan memang itu urusan mereka. Dan bagi kami pasti akan kami perangi siapa saja yang ikut ke dalam benteng Yahudi.

Dan Amerika dengan rakyatnya juga bebas, mereka ikut dalam benteng Yahudi, .. jadi bersiaplah dengan pukulan kami nanti. Bagi kami,… kami sedang berada dalam ibadah jihad, Rasulullah SAW bersabda: “Berdirinya (seseorang muslim) sejenak di saf (benteng umat Islam) adalah lebih baik dari beribadah selama 60 tahun.”

Lalu kelebihan apakah yang lebih besar dari ini ? Di dalamnya ada keridhaan Allah SWT, dan kita perjuangkan agama ini. Kepada umat Islam saya pesankan, agar mereka yakin dengan pertolongan Allah SWT dan sahutlah perintah Allah dan rasul-Nya dengan berjihad melawan kekufuran dunia. Demi Allah beruntunglah orang yang mendapat Syahid dalam peperangan ini. Beruntunglah orang yang sudi berdiri di bawah panji-panji Muhammmad SAW untuk memerangi kesatuan salib dunia. Hendaknya setiap Muslim sanggup untuk berge rak membunuh orang-orang Amerika yang berada di benteng salibis itu. Karena hal itu merupakan kewajiban utama di zaman ini. Dan hendaknya mereka mengingat ajaran Nabi SAW ketika beliau ajarkan kepada Ibnu Abbas ra.: “Wahai anak… akan ku ajarkan kepadamu beberapa kalimat. Jagalah batasan-batasan perintah Allah, pasti Dia akan menjagamu, taatilah perintah-perintahnya, pasti Dia kan bersamamu. Jika kau meminta maka mintalah kepada Allah, dan jika kau ingin meminta tolong maka mintalah dari Allah. Dan ketahuilah bahwa jika seluruh umat ini berkumpul untuk menolongmu, pasti mereka tidak bisa menolongmu kecuali dengan apa yang telah Allah tuliskan bagimu. Dan walaupun mereka bersepakat untuk menghancurkanmu, mereka tidak akan bisa mengganggumu kecuali sekadar apa yang telah Allah tuliskan ke atasmu. Pena (penulis taqdir) telah di angkat, dan tulisannya telahpun kering.

Maka jangan berfikir panjang lagi untuk membunuh orang Amerika, lakukanlah dengan Barakah Allah. Dan ingatlah pahala Allah di akhirat nanti, dengan tempat mulia bersama Nabi mulia SAW.

Dan akhirnya, saya panggil saudara-saudaraku di Pakistan, dengan memandang sikap pemerintah Pakistan yang sudi menjadi salah satu bagian dalam benteng salibis itu, pergerakan saudara-saudara kita di Pakistan akan menjadi pukulan yang hebat bagi benteng salibis itu.

Dan barangsiapa yang berpihak dengan Amerika, baik itu hanya memberi kemudahan logistik atau kesehatan atau sebaginya adalah kekufuran yang nyata. Maka wajib atas umat Islam di Pakistan untuk bergerak dengan sebaik mungkin untuk membela agama Allah SWT. Agama ini telah memanggil mereka….Wahai umat Islam…Wahai umat Islam… Wahai umat Islam..!!!

Bukankah telah ku sampaikan ?… Ya Allah saksikanlah…!!!

(AB)

baca juga, MASTERPLAN AL-QAIDAH 2020