Duniaekspress, 16 September 2017,

Pengadilan pakistan timur hukum mati penghina Nabi yang merupakan seorang penganut kristen setelah teman dekatnya melaorkannya ke pengadilan dikarenakan mensharing hal-hal tentang anti-Islam, kata pengacara terdakwa pada hari Jumat.

Di Pakistan yang berpenduduk mayoritas Muslim, penghinaan terhadap Nabi Muhammad dapat dihukum mati. Sebagian besar kasus diajukan terhadap anggota komunitas minoritas.

Nadeem James, 35, ditangkap pada Juli 2016, setelah dilaporkan oleh seorang teman yang berbagi sharing dengannya setelah ia mengolok-olok Nabi Muhammad pada layanan  Whatsapp messanger.

foto nadeem james yang dihukum mati pengadilan pakistan saat aktivitas di gereja

Pengacara Riaz Anjum mengatakan bahwa kliennya bermaksud mengajukan banding atas putusan tersebut, yang disahkan pada hari Kamis oleh pengadilan di kota Gujrat.

Pada bulan April yang lalu seorang mahasiswa bernama Mashal Khan dipukuli sampai mati di kampusnya di Mardan setelah debat tentang agama.

Polisi menahan lebih dari 20 siswa dan beberapa anggota fakultas sehubungan dengan pembunuhan tersebut. Sejak saat itu, parlemen telah mempertimbangkan untuk menambahkan proteksi ke dalam undang-undang tentang penghujatan.

Baca juga :  bakar al quran seorang pemuda diancam hukuman mati di pakistan

Setidaknya ada 67 kasus pembunuhan terkait masalah penghujatan sejak tahun 1990, menurut data dari sebuah pusat penelitian dan catatan independen yang disimpan oleh Reuters.

Pada tahun 2011, seorang pengawal membunuh gubernur provinsi Punjab Salman Taseer setelah dia menyerukan agar undang-undang penghujatan tersebut direformasi dan meminta pengampunan terhadap seorang perempuan kristen yang melakukan penghinaan. Lebih dari 100.000 orang menghadiri pemakaman Mumtaz Qadri, pelaku pembunuhan gubernur Taseer. Mumtaz Qodri membunuh sang gubernur saat keluar dari sebuah restoran tahun 2011 yang lalu dan ia dieksekusi oleh pengadilan tahun lalu.

pemakaman Mumtaz Qadri

Menteri Agama Pakistan menyebut Mumtaz sebagai seorang dari syuhadaa.

 

(AZ)

BERANDA