Duniaekspress, 21 September 2017- Dalam rapat kabinet yang mengecam tindakan terorisme terhadap Muslim Rohinhya, Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud memerintahkan tambahan $ 15 juta untuk Muslim Rohingya pada hari Selasa (19/9/2017).

Pertemuan kabinet membahas serangan brutal dan genosida yang dilakukan terhadap Muslim Rohingya di Myanmar dan penghancuran secara sistematis banyak desa dan rumah kelompok minoritas Muslim.

Pertemuan kabinet Arab Saudi menyerukan kapada masyarakat internasional untuk mendesak pemerintah Myanmar agar segera menghentikan tindakan kekerasan dan untuk memberi hak kepada minoritas Muslim di Myanmar tanpa diskriminasi atau klasifikasi rasial.

Selama beberapa generasi, Muslim Rohingya telah memiliki rumah di Myanmar. Sekarang, dalam apa yang kita liat terjadi pembersihan sistematik, mereka benar-benar hilang dari peta.

Setelah serangkaian serangan oleh gerilyawan Muslim bulan lalu, pasukan keamanan dan ekstrimis Buddhis bersatu membalas dengan membakar ribuan rumah di kantong-kantong negara yang mayoritas beragama Buddha dimana Rohingya tinggal.

Kejadian tersebut membuat 417.000 orang menurut PBB yang melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh. Di sana mereka telah bergabung dengan puluhan ribu orang lainnya yang telah melarikan diri selama setahun terakhir.

Sumber: Al Arabiya

(IF)

baca juga, SAUDI : TAK ADA TEMPAT UNTUK BASHAR DI SURIYAH