Duniaekspress, 21 September 2017– Aktivis kemanusiaan mengatakan serangan udara dan darat rezim Basyar Assad berserta sekutu utamanya Rusia menewaskan sepuluh orang warga sipil di provinsi Idlib dan Hama.

“Enam orang termasuk 4 wanita, tewas di Qalaat al-Madiq dan 4 orang lainnya termasuk dua wanita, juga tewas di kota Maarrat al-Nu’man,” kata kelompok Paramedis Pertahanan Sipil, seperti dikutip Zamn wasl Rabu (20/9/2017).

Pesawat tempur rezim tersebut telah melakukan lebih dari 105 serangan dalam 24 jam terakhir sebagai balasan atas serangan kelompok pejuang yang diluncurkan pada hari Selasa (19/9) Serangan tersebut merupakan yang terbesar sejak Maret di wilayah utara Hama dan selatan Idlib.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan serangan udara tersebut menimpa tiga rumah sakit, sebuah pusat medis dan tempat-tempat yang digunakan oleh sebuah layanan pertolongan di Idlib yang dikuasai pejuang.

Hayat Tahir al-Sham, yang didukung oleh 5 faksi pejuang lainnya melancarkan serangan besar ke benteng rezim di kota Maan. Para pejuang ini juga telah meluncurkan serangan roket ke bandara militer Hama.

Sebuah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa para pejuang tersebut memperoleh banyak kemenangan dan menguasai penuh daerah pedesaan Hama utara.

(IF)

baca juga, REZIM ASSAD GUNAKAN SENJATA KIMIA DI IDLIB, 80 WARGA SIPIL TEWAS