Duniaekspress, 22 September 2017- Di tengah tuduhan internasional bahwa militer Myanmar terlibat dalam pembersihan etnis minoritas Muslim Rohingya, Facebook menunjuk sebuah kelompok pemberontak Rohingya (ARSA), sebagai organisasi berbahaya dan memerintahkan moderator untuk menghapus konten apapun yang berisi “bersama dengan atau memuji” kelompok tersebut.

Keputusan tersebut yang menurut perusahaan dilakukan setelah penilaian internal terhadap kelompok tersebut. Sebelumnya aktivis mulai mengeluh bahwa perusahaan tersebut (facebook, red) menyensor postingan tentang serangan militer yang brutal terhadap Muslim Rohingya di Myanmar.

Juru bicara Facebook membenarkan Arakan Rohingya Salvation Army (Arsa) ditempatkan di daftar “organisasi berbahaya” Facebook dalam beberapa pekan terakhir. Standar komunitas perusahaan melarang pos oleh atau untuk mendukung organisasi semacam itu, yang didefinisikannya sebagai kelompok yang terlibat dalam terorisme, mengorganisir kekerasan atau kejahatan, pembunuhan massal, atau kebencian yang terorganisir.

Facebook menolak untuk mengomentari apakah ada kelompok lain yang terlibat dalam konflik yang telah terjadi lebih dari 400.000 Rohingya yang melarikan diri dari negara tersebut telah dianggap berbahaya, atau memiliki akun atau catatan dihapus.

(IF)

Baca juga: PM bangladesh minta zona aman bagi pengungsi rohingya

Beranda