Duniaekspress, 25 September 2017- Aktivis Petahanan Sipil (white Helmet) mengatakan sedikitnya 9 orang, termasuk 3 wanita dan 3 anak, telah terbunuh di kota utara Khan Sheikhoun saat pasukan rezim Basyar Assad dan Rusia memulai kampanye serangan udara di provinsi Hama dan Idlib sejak hari Selasa (20/9).

“Serangan udara rezim tersebut telah menyerang sebagian besar kota Idlib,” Kata Hamid Qattini, pekerja Helm Putih di Khan Sheikhounpada hari Kamis (21/9/2017).

Pesawat tempur rezim tersebut telah melakukan lebih dari 130 serangan dalam 48 jam terakhir sebagai tanggapan atas serangan pemberontak besar yang diluncurkan pada hari Selasa. Serangan tersebut merupakan yang terbesar di wilayah tersebut sejak Maret di utara Hama dan selatan Idlib.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada hari Rabu, enam orang, termasuk 4 wanita, tewas di Qalaat al-Madiq, dan 4 orang lainnya, termasuk dua wanita, juga tewas di kota Maarrat al-Nu’man, kelompok Paramedis Pertahanan Sipil mengatakan.

Sementara itu, Mohamed Firas al-Jundi, Menteri Kesehatan di Pemerintah oposisi mengutuk rezim dan serangan Rusia yang menurutnya sengaja menyasar fasilitas medis di Hama dan Idlib. Ia mengatakan bahwa orang-orang yang terluka saat ini tidak memiliki tempat untuk diobati.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan serangan udara tersebut menimpa tiga rumah sakit, sebuah pusat medis dan tempat-tempat yang digunakan oleh sebuah layanan pertolongan di Idlib yang dikuasai para pejuang.

Suriah, menurut WHO, adalah salah satu negara paling berbahaya di dunia untuk pekerja kesehatan saat ini. Peringkat tertinggi serangan menyasar fasilitas kesehatan dan para pekerjanya. WHO telah mendokumentasikan laporan yang kredibel tentang hampir 100 serangan terhadap petugas kesehatan dan fasilitas kesehatan tahun ini dan 207 serangan pada tahun 2016.

(IF)

baca juga, SERANGAN UDARA REZIM BASYAR, 10 WARGA SIPIL TEWAS DI HAMA