Duniaekspress, 28 september 2017. – Biksu Budha radikal dilaporkan telah menyerang sebuah rumah PBB yang disediakan untuk pengungsi Rohingya di dekat ibukota Sri Lanka pada Selasa (26/9). Dalam aksinya mereka pihak berwenang untuk memindahkan para pengungsi tersebut.

Biksu Budha yang mengenakan jubah safron memimpin gerombolan massa yang kemudian menghancurkan gerbang-gerbang dan memasuki kompleks rumah yang berada di pinggiran Gunung Lavinia, Kolombo. Saat itu para pengungsi yang ketakutan sedang berkumpul di ruang lantai atas, kata seorang pejabat polisi seperti dilansir AFP.

Dua polisi terluka dalam insiden serangan brutal. Massa yang anarkis juga melempar batu ke rumah penampungan PBB serta membuang beberapa perabotan yang ada di lantai dasar saat mereka menyerbu masuk.

Tidak ada laporan korban di antara kelompok pengungsi, yang diantaranya terdapat 16 anak kecil.

“Kami telah memaksa kembali gerombolan massa tersebut dan para pengungsi telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman,” kata pejabat kepada AFP, yang meminta tidak disebutkan namanya karena dia tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Polisi mengatakan bahwa mereka menyebarkan rekaman video melalui media lokal dan juga Facebook dengan harapan dapat menangkap orang-orang yang terlibat dalam kekerasan tersebut, serta para biksu yang menghasut mereka.

Salah satu biksu yang menyerbu rumah tersebut memasang sebuah video di situs jejaring sosial yang direkam oleh kelompok radikalnya Sinhale Jathika Balamuluwa (Tentara Nasional Sinhala) saat dia menghimbau orang-orang untuk bergabung dengannya dan menghancurkan tempat tersebut.

“Ini adalah teroris Rohingya yang membunuh biksu Budha di Myanmar,” tuding biksu bodoh dalam komentarnya yang disiarkan secara langsung, sambil menunjuk ibu-ibu Rohingya yang sedang anak-anak mereka.

Sebanyak 31 pengungsi Rohingya berhasil diselamatkan oleh angkatan laut Sri Lanka sekitar lima bulan yang lalu setelah mereka ditemukan hanyut dengan sebuah kapal di perairan utara pulau itu. Mereka dianggap sebagai korban penyelundup manusia.

Mereka akhirnya dipindahkan ke negara ketiga, ungkap pejabat tersebut, dan menambahkan bahwa mereka diizinkan tinggal di Sri Lanka sambil menunggu pemrosesan surat-surat mereka.

Para biksu Budha Sri Lanka memiliki hubungan dekat dengan rekan-rekan ultra-nasionalis mereka di Myanmar. Keduanya telah dituduh mendalangi kekerasan terhadap minoritas Muslim di kedua negara.

(AB)

baca juga, HALALKAH BIKHSU BUDHA UNTUK DIBUNUH ?