Duniaekspress, 29 september 2017. – Idlib – Mujahidin HTS bantah klaim rusia yang menewaskan komandan mereka – Direktur hubungan media Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), Imaduddin Mujahid, menegaskan bahwa klaim Kementerian Pertahanan Rusia berhasil menewaskan sejumlah komandan tinggi HTS di Idlib bohong. Ia menunjukkan bahwa nama-nama yang diklaim tewas oleh Rusia itu bukan anggota HTS.

“Nama-nama yang disebutkan Rusia itu bukan anggota kami,” katanya seperti dilansir Al-Jazeera.

Bantahan ini dikeluarkan beberapa jam setelah Kementerian Pertahanan Rusia berbicara tentang keberhasilan membunah lima komandan lapangan, yang disebutnya “Jabhah Nusrah” (baca: HTS), dalam pengeboman menargetkan markas gerakan tersebut di Idlib.

Juru bicara Kemenhan, Igor Konashnikov, mengatakan bahwa kelima komandan lapangan “Jabhah Nusrah” itu adalah Abu Salman, Abu Abbas, Abu Hassan, Walid al-Mustafa dan Abu Mujahid. Konashnikov mengklaim, para komandan itu bertanggung jawab atas serangan terhadap polisi militer Rusia pada 18 September lalu.

Konashinkov melanjutkan klaimnya, bahwa pemboman Rusia tersebut juga mengakibatkan tewasnya 32 anggota HTS, menghancurkan gudang senjata dan enam mobil militer yang dilengkapi senjata berat.

Dalam konteks terkait, pertempuran sengit meletus antara militer Suriah dan pejuang dari faksi Faylaq Ar-Rahman di pinggiran kota Ain Turma, pedesaan Damaskus. Perang terjadi karena upaya militer rezim menyerbu pertahanan pejuang oposisi. Kecamuk perang ini berakhir dengan mundurnya militer Suriah setelah mengalami kerugian signifikan.

Menurut laporan Al-Jazeera, sedikitnya 11 tentara tewas dalam pertempuran itu. Bangunan-bangunan di titik pertahanan pejuang rusak parah akibat sengitnya gempuran militer rezim.

Serangan terhadap pedesaan Damaskus meningkat meskipun dalam kondisi penerapan zona de-eskalasi. Rezim nampaknya tidak mematuhi kesepakatan yang dijamin oleh Rusia, Iran dan Turki itu.

Sumber: Al-Jazeera

baca juga, MUJAHIDIN HTS BERHASIL MEMBEBASKAN 2 MUJAHID YANG DITAWAN MUSUH