Duniaekspress,  29 September 2017. Audio dari Albaghdadi, amir daulah ISIS dirilis pada kamis kemarin melalui media ISIS, Alfurqan.  Sudah hampir setahun, yaitu sejak November 2016 rilisan terakhir dari tokoh ini merilis rekamannya,  yaitu saat mulai berlangsungnya perang di Mosul yang berakhir dengan jatuhnya Mosul ke tangan tentara gabungan Irak dan Amerika.

Jika benar suara audio tersebut berasal dari amir ISIS, maka ini membantah klaim Rusia yang menyebutkan berhasil menewaskan pimpinan daulah ISIS tersebut melalui serangan udara pada awal tahun ini. Rekaman audio yang berdurasi 46 menit ini menyebutkan tentang konflik nuklir antara Korea Utara dengan Amerika yang berarti rekaman tersebut belum lama dibuat.

“Wahai Tentara Khilafah, kobarkanlah api peperangan melawan musuh-musuhmu, bawalah itu pada mereka dan kepunglah mereka di setiap sudut, dan berdiri teguhlah dan bersikaplah berani”.

“Janganlah mundur, atau merasa kalah, waspadalah terhadap negosiasi atau penyerahan diri. Jangan meletakkan senjata-senjata kalian, “kata audio dari Albaghdadi tersebut, merujuk pada pengikutnya yang ada di Irak, Suriah, Arab Saudi, Afrika Utara dan tempat lain di Afrika.

“para pimpinan IS dan tentaranya menyadari bahwa jalan menuju… kemenangan adalah kesabaran dan tetap melawan orang-orang kafir , apapun kelompoknya”, kata audio tersebut.

“Teruskan jihadmu dan amaliyat-amaliyatmu dan jangan biarkan salibis bisa beristirahat di rumah-rumah mereka menikmati kedamaian sementara saudara-saudara kalian (di sini)  dibombardir”.

“Dengan kehendak Alloh dan kekuatanNya, kita tetap bertekad, dan sabar … Banyaknya pembunuhan tidak akan menghentikan kita, “kata Baghdadi dalam rekaman audio tersebut.

Tahun lalu dengan nada yang hampir sama, Albaghdadi meminta pengikutnya untuk mempertahankan Mosul sekuat tenaga, namun mereka akhirnya kehilangan kota besar tersebut.

Keberadaan orang yang dihargai 25 juta dolar tersebut diperkirakan bersembunyi di antara raqqah yang tersisa dengan Mosul yang telah jatuh.

(AZ)

Baca juga : SETELAH MOSUL GILIRAN HAWIJAH JADI TARGET OPERASI