Duniaekspress, 1 oktober 2017. – 28 ormas islam se-Sulawesi Selatan yang tergabung dalam Forum Umat Islam Bersatu  (FUIB) menolak perayaan Asyura 10 Muharram yang dilakukan kelompok Syiah. Ormas-ormas itu antara lain Pemuda Muhammadiyah, Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pemburu Aliran Sesat (LPAS), Wahda Islamiyah, Hidayatullah, Ikatan Dakwah Indonesia (IKADI), dan lain sebagainya.

Ketua FUIB Sulawesi Selatan, Mukhtar Daeng Lau mengungkapkan, melalui pertemuan dengan seluruh pemangku kebijakan pemerintahan baik dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, dan kepolisian belum lama ini, pihaknya secara tegas menyampaikan bahwa perayaan Asyura 10 Muharram oleh kaum Syiah tidak boleh dilaksanakan.

“Penolakan ini sebagai upaya mengantisipasi terjadinya konflik horizontal di masyarakat. Pasalnya di Indonesia ini,  termasuk di Makassar mayoritas ummat Islam adalah penganut  Sunni,” ungkapnya.

Jika perayaan 10 muharram Asyura Syiah ini tetap dilaksanakan apalagi di tempat-tempat umum maka dipastikan akan terjadi gesekan dalam bentuk pemberhentian paksa oleh masyarakat.

“Pastinya ormas dan lembaga-lembaga Islam yang tergabung dalam FUIB tidak akan diam jika memang ada laporan atau pantauan langsung adanya penyelenggaraan Asyuro Syiah yang sedang dilaksanakan,” tegasnya.

Sementara Ketua Bidang Hukum, Advokasi, dan HAM Pemuda Muhammadiyah Wilayah Sulawesi Selatan mengatakan bahwa setiap tahun selalu bergejolak penolakan terhadap perayaan Asyura Syiah.

“Selalu kita tolak, bahkan tahun lalu berhasil dibatalkan. Tahun ini, kita lakukan langkah antisipasi agar perayaan Asyura Syiah tidak dilaksanakan di tempat umum,” ujarnya.

Perayaan Asyura Syiah merupakan perayaan besar kaum Syiah dalam rangka memperingati kematian cucu Rasulullah Shallalahu Alaihi wa Sallam yakni Al-Hasan dan Al-Husein.

(AB)

baca juga, 10 PERTANYAAN YANG BIKIN SYI’AH BUNGKAM