Duniaekspress, 4 Oktober 2017- Terkait dengan rencana pemerintah yang ingin mendirikan Universitas Islam Internasional Indonesia yang berencana mendatangkan dosen dari Eropa, Iran, Amerika Serikat, Kanada, menuai protes dari Front Mahasiswa Islam.

Ketua Umum Front Mahasiswa Islam Ali Alatas mengatakan rencana pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia merupakan langkah yang baik dan patut, namun menurutnya rencana tersebut dikotori dengan rencana mendatangkan tenaga pengajar dari luar Negara Islam Ahlussunnah sebagaimana ciri masyarakat Islam Indonesia.

Rencana sebut menurut Ali Alatas adalah upaya berbahaya, baik sengaja ataupun tidak, dapat merusak aqidah umat Islam Indonesia yang bercirikan Ahlu Sunnah wal Jama’ah.

“Jangan jadikan proyek Universitas Islam Internasional Indonesia sebagai proyek propaganda Liberalisme perguruan tinggi Islam, serta paham lainnya yang merusak aqidah Ahlu Sunnah wal Jama’ah,” Ujarnya.

“Jika ingin mendatangkan tenaga pengajar dari luar negeri, masih banyak tenaga pengajar luar negeri dari institusi Akademis yang mu’tabar, dengan Ahlu Sunnah wal Jama’ah yang sesuai ciri umat Islam Indonesia seperti Ulama & Cendikiawan Islam dari Universitas Al Azhar mesir, Universitas Al Ahgaff Yaman, Universitas Darul Hadits Maroko, dan lainnya,” Pungkasnya.

Sebelumnya diketahui pemerintah berencana akan mendirikan Universitas Islam Internasional yang berlokasi di Sukmajaya Depok. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) akan mulai berfungsi pada tahun 2019. Anggaran pembangunannya sudah masuk dalam APBN 2018. Aggaran bernilai Rp 1,5 triliun dikucurkan untuk membangun institusi pendidikan ini. Arsiteknya juga ramah lingkungan.

Sumber: rilis FMI

(IF)

HOME