Kharisma Syaikh Abu Muhammad Al Jaulani

Duniaekspress, 7 oktober 2017. – Salah satu alasan mengapa Syaikh Abu Jabir (mantan Amir Ahrar Syam) ditunjuk sebagai pimpinan umum Hay’at Tahrir Syam (HTS) daripada Syaikh Abu Muhammad Al Jaulani adalah adanya ide bahwa ia dapat menjadi pemersatu di dalam jajaran mujahidin. Akan tetapi perhitungan ini ternyata tidak tepat. Beberapa elemen di dalam tubuh Jabhat Fathu Syam tidak ingin melakukan penyatuan seperti Syaikh Sami Al Uraidi misalnya dan figur-figur senior lainnya. Sesudah itu kita melihat keluarnya beberapa spektrum jihad dari Hay’at Tahrir Syam seperti Harakat Nurdin Zinki dan Jaisy Al Ahraar ditambah lagi dengan Syaikh Abdullah Al Muhaysini dan Muslih Al Ulyani. Jadi penunjukkan Syaikh Abu Jabir tidak disenangi oleh sebagian pihak. Hal ini patut menjadi pelajaran bagi kita bahwa terkadang mustahil bagi kita untuk dapat menyenangkan setiap orang.

Syaikh Abu Muhammad Al Jaulani saat itu tidak dipilih sebagai pimpinan utama padahal sudah jelas bahwa dia seharusnya adalah orang yang paling layak untuk posisi tersebut. Namun Syaikh Abu Muhammad Al Jaulani mengorbankan hal tersebut demi terwujudnya persatuan. Akan tetapi ketika melihat kenyataan bahwa keberadaan Syaikh Abu Jabir belum bisa menjadi pemersatu, maka ini adalah saatnya bagi Syaikh Abu Muhammad Al Jaulani untuk menerima posisi tersebut suka ataupun tidak. Klaim Rusia bahwa mereka telah mencederai Syaikh Abu Muhammad Al Jaulani dan menewaskan beberapa pimpinan senior dengan serangan udara harus dipahami sebagai Salah satu propaganda untuk melemahkan mujahidin karena besarnya kharisma Syaikh Abu Muhammad Al Jaulani.

Rusia tahu bahwa beliau memiliki kharisma sebagai seorang pemimpin yg bisa merapatkan upaya-upaya penyatuan faksi dan revolusi yg begitu alot. Memberitakan bahwa ia terluka ketimbang memberitakan ia mati lebih dipilih karena itu adalah tujuan mereka. Bisa saja mereka memberitakan bahwa Syaikh Abu Muhammad Al Jaulani telah gugur tetapi ini akan mudah dibantah dengan pesan audio yang hanya akan merusak kredibilitas Rusia. Pemberitaan tersebut juga dimaksudkan agar bantahan bahwa ia tidak terluka harus ditunjukkan dengan menampilkan sosok Syaikh Abu Muhammad Al Jaulani ke publik bahwa benar ia masih dalam keadaan sehat.

Maka pemberitaan yg lemah ini ditujukan untuk meraih tujuan yang sama sebagaimana memberitakan kematiannya dengan tujuan menciptakan rumor, kebingungan, dan keraguan di kalangan mujahidin. Ini bisa efektif terutama sebelum peperangan dimulai apabila Rusia melakukan persiapan yg matang. Satu hal yang pasti. Propaganda yg kekanak-kanakan ini menjadi ukuran betapa putus asanya rezim Suriah dan Rusia dalam mencari pencegah yang akan menyelamatkan mereka dari kekacauan militer dan ekonomi yg mereka buat sendiri. (AB).

Sumber : Al-Maqalaat

baca juga, NASEHAT SYAIKH ABU MUHAMMAD JAULANI