Duniaekspress, 14 Oktober 2017- WHO mengutuk serangan terhadap fasilitas medis – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tentang serangan terhadap fasilitas medis di Suriah timur yang telah menghancurkan sebuah toko yang berisi lebih dari 130.000 vaksin penyakit campak dan polio.

Ketika dikonfirmasi WHO mengatakan, Serangan tersebut akan membuat ribuan anak berisiko terkena penyakit menular serius ini. Keduanya bisa menyebar dengan cepat di daerah konflik.

“Kami tegas mengutuk tindakan ini. Vaksin bukan sasaran perang yang sah,” Perwakilan WHO di Suriah, Elizabeth Hoff, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Jumat malam (13/10/2017).

WHO mengatakan bahwa laporan yang diterimanya adalah sebuah serangan terhadap ruang dingin vaksin di fasilitas kesehatan di al Mayadin, dekat dengan Deir al-Zor di Suriah timur. WHO tidak mengatakan apakah laporan yang diterimanya memberikan rincian tentang siapa yang melakukan serangan yang dilaporkan tersebut.

Toko tersebut telah menampung 100.000 dosis vaksin campak, 35.000 dosis vaksin polio, ditambah alat suntik dan peralatan lainnya.

“Serangan terhadap fasilitas kesehatan ini akan menunda imunisasi rutin untuk anak-anak yang rentan di daerah tersebut,” kata Hoff.

Baca Juga: Zona Aman Tak Luput Dari Serangan Rezim Basyar

Polio merupakan virus yang dapat melumpuhkan korbannya dan campak yang dapat menyebabkan diare, kebutaan dan dapat membunuh cenderung terjadi di zona perang karena cakupan vaksin yang rendah menyebabkan kesenjangan dalam kekebalan populasi, yang membuat anak-anak terinfeksi.

WHO sebelumnya menangani wabah polio di wilayah Suriah yang sama pada 2013-2014. Badan kesehatan PBB mengatakan bahwa dalam kampanye vaksinasi polio terakhirnya di Deir al-Zor, jumlahnya mencapai lebih dari 252.000 bayi dan anak-anak.

Sumber: Zamn Wasl