Duniaekspress, 15 Oktober 2017- Tokoh masyarakat Bangui mengatakan Lebih dari 20 Muslim terbunuh di sebuah masjid di tenggara Afrika Tengah pada saat shalat Jumat.

“Korban berada di masjid saat gerilyawan Anti Balaka menyerbu masjid tersebut, menewaskan sedikitnya 20 jamaah,” kata Abdouraman Bornou, seperti dikutip Anadolu Agency, Sabtu (14/10/2017)

Insiden tersebut terjadi di Masjid Djimbi, di tenggara negara tersebut.

Ousman Mahamat, seorang pemimpin komunitas Muslim, mengatakan, “Apa yang baru saja terjadi di Djimbi sangat menghancurkan. ”

Sejak 2013, ribuan orang terbunuh dalam konflik sektarian di negara tersebut, dan ribuan orang telah meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di negara-negara tetangga, termasuk Kamerun dan Chad.

Dalam sebuah laporan tahun 2015, Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 5.000 orang, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil tewas dalam kekerasan sektarian di Republik Afrika Tengah meskipun ada pasukan internasional.

Misi penjaga perdamaian PBB di negara tersebut, Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensional di Republik Afrika Tengah (MINUSCA) dengan keras mengecam kekerasan tersebut.

” Kekerasan mengakibatkan kematian beberapa anggota komunitas Muslim. MINUSCA dan pemerintah Republik Afrika Tengah akan mengirimkan misi bersama ke Kembe dalam beberapa jam mendatang untuk mengetahui situasi di lapangan, ” rilis MINUSCA.

” MINUSCA menyesalkan gelombang kekerasan yang mengakibatkan beberapa korban, termasuk penjaga perdamaian. Tindakan kekerasan ini telah berkontribusi terhadap peningkatan jumlah orang terlantar,”

Seleka versus Anti-Balaka

Milisi Anti-Balaka terdiri dari orang-orang dari bagian selatan dan barat negara ini yang kebanyakan adalah orang Kristen. Kelompok pemberontak mengidentifikasi dirinya sebagai milisi Kristen.

Ini muncul pada tahun 2013 sebagai kelompok pertahanan diri untuk melawan milisi Seleka yang menggulingkan Bozize, dan didominasi oleh pendukungnya.

Beberapa mantan anggota angkatan bersenjata nasional yang tetap setia kepada Bozize adalah anggota kelompok tersebut.

Seleka adalah sebuah aliansi dari beberapa kelompok bersenjata dari bagian timurlaut mayoritas Muslim di negara ini.

Hampir setengah dari jumlah penduduk negara bergantung pada bantuan kemanusiaan, menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB. (IF)

Baca juga, MUJAHIDIN SOMALIA, SERUKAN UMMAT ISLAM UNTUK BANTU ROHINGYA