1. 19.   Tanggapan Doktor Iyadh Qunaibi atas Serangan Udara AS terhadap Daulah Islamiyah

Bagian XIX

Baca sebelumnya, TANGGAPAN AWAL DR IYADH QUNAIBI

Duniaekspress, 17 oktober 2017. – Dalam perkembangan lebih lanjut, pada tanggal 8 dan 9 Agustus 2014, AS mulai melakukan serangan udara terhadap konvoi IS di wilayah Kurdistan. Dr. Iyadh Qunaibi, ulama jihadi dari Yordania, memberikan catatan khusus tentang bagaimana membaca fenomena serangan AS terhadap Daulah Islamiyah (IS).

Dengan kemajuan yang ditorehkan tentara Daulah di wilayah Kurdi dan Yazidi, media memberitakan kelompok ini dengan tuduhan kejahatan  kemanusiaan. Maka AS memulai “serangan terbatas”. Ini merupakan intervensi pertama, setelah masuknya jamaah ini ke Syam sejak enam belas bulan yang lalu.

Serangan Amerika terhadap ISIS tersebut bagi sebagian pihak dipandang sebagai bukti bahwa IS berada dalam kebenaran, sedangkan pihak yang lain berada dalam kebatilan. Namun, mengapa AS hanya memerangi IS saja, sedangkan yang lain tidak?

Tujuan saya di sini bukanlah untuk membatasi kebenaran pada satu kelompok saja dan kebatilan untuk kelompok yang lain. Akan tetapi, untuk memperluas persepsi kita dengan harapan bisa membangun kesadaran antara faksi mujahidin untuk menghadapi musuh bersama.

Ada logika yang muncul ke permukaan, yaitu: Siapa atau kelompok mana saja yang diperangi AS berarti kelompok itu berada dalam kebenaran, sedangkan yang dibiarkan berada dalam kebatilan. Dengan logika ini pula, bisa juga dikatakan:

“AS membiarkan jamaah Daulah untuk memerangi jamaah lain di Syam selama 8 bulan dan tidak menggempurnya. Pada saat yang sama, IS membiarkan kelompok Kristen dan tidak menyerang antek-antek AS di wilayah Kurdi. Ini menunjukkan bahwa Amerika merasa senang bila lawan-lawan (faksi-faksi mujahidin lain) ISIS melemah. Bila demikian, berarti lawan-lawan ISIS berada dalam kebenaran.”

Kita tidak boleh terjebak oleh logika sederhana ini. Janganlah menilai manhaj suatu kelompok itu haq atau batil dari penilaian dan penyikapan orang kafir terhadapnya. Ketika pesawat Nushairiyah menggempur Aleppo dengan bom barel dan membiarkan Raqqah berbulan-bulan berturut-turut, kita tidak pantas menjadikan ini sebagai dasar untuk melihat benar dan tidaknya suatu kelompok.

Kita perlu mempelajari situasi dan kondisi musuh agar tahu apa yang mereka inginkan. Supaya kita tidak berbuat yang membuat mereka senang atau bekerja sejalan dengan rencana mereka, tanpa kita sadari.

Saya sadar sepenuhnya bahwa komplotan-komplotan yang melawan Islam berusaha untuk menyerang Jamaah Daulah dan jamaah-jamaah yang lain dalam pertempuran di Suriah. Mereka berusaha memecah belah antara satu dengan yang lain.

Bersambung…

 

Baca juga, DUA PETINGGI ISIS TEWAS DI MARAWI