Duniaekspress, 22 Oktober 2017- United Nations Children’s Fund (UNICEF) menyatakan dalam rilisnya bahwa lebih dari 320.000 anak pengungsi Muslim Rohingya telah melarikan diri menyeberang ke Bangladesh selatan dari Myanmar sejak akhir Agustus, dilaporkan bahwa dalam setiap minggunya sekitar 12.000 anak -anak rohingya terus berdatangan ke Bangladesh.

“Hampir 60 persen pengungsi Rohingya terbaru yang menyeberang ke Bangladesh adalah anak-anak, dengan jumlah antara 1.200 dan 1.800 per harinya” UNICEF mengabarkan dalam rilisnya, Jum’at (20/10/2017).

Dalam laporannya UNICEF mengatakanharinya bahwa anak-anak pengungsi Rohingya menghadapi masa depan yang berbahaya “sebagian besar pengungsi tinggal di permukiman darurat yang padat dan tidak sehat.” terangnya.

Kolera dan kekurangan gizi merupakan salah satu bahaya utama di kamp-kamp pengungsian, lanjut UNICEF dalam rilisnya.

“Banyak anak pengungsi Rohingya di Bangladesh telah menyaksikan kekejaman rezim  di Myanmar yang tidak pernah dilihat oleh anak normal lainnya, semuanya menderita kerugian yang luar biasa,” Kata Direktur Eksekutif UNICEF Anthony Lake.

UNICEF juga mengatakan bahwa mereka tidak memiliki akses ke anak-anak Rohingya di negara bagian Rakhine utara di Myanmar saat ini.

Menjelang sebuah konferensi pledging internasional pada hari Senin di Jenewa, UNICEF mendesak negara-negara donor untuk segera merespon permintaan dana sebesar $ 434 juta untuk memenuhi kebutuhan mendesak pengungsi Rohingya baik yang baru atau yang telah lama berada di Bangladesh.

UNICEF memperingatkan bahwa pada hari Selasa pihaknya tidak dapat terus membantu pengungsi di Bangladesh tanpa “dana tambahan segera”.

PBB membutuhkan $ 434 juta untuk pengungsi Rohingya dari bulan September 2017 sampai Februari 2018 namun hanya menerima $ 106 juta dari negara-negara donor. (IF)

Baca juga, PBB: 400 RIBU MUSLIM ROHINGYA TINGGALKAN MYANMAR