Duniaekspress, 29 Oktober 2017 – Sedikitnya delapan orang terluka, termasuk seorang petugas polisi, saat para pendukung PKK yang berdemonstrasi di provinsi Anvers menyerang sejumlah warga Turki.

“Pihak berwenang mengizinkan sebuah bus yang mengiklankan pakaian PKK untuk menggunakan Brederode Street, yang dibatasi untuk para demonstran,” lansir surat kabar Het Laatste Nieuws.

Para demonstran mencoba memprovokasi orang-orang Turki yang tinggal di lingkungan sekitar, dengan melambaikan kain dan poster pemimpin PKK Abdullah Ocalan.

Polisi menggunakan gas air mata untuk mengendalikan demonstrasi tersebut dan surat kabar tersebut mengatakan bahwa lebih dari 50 pendukung PKK ditahan.

Tidak jelas sampai sejauh mana korban mengalami luka-luka.

Belgia telah menjadi sarang pendukung PKK, setelah sebuah pengadilan memutuskan bulan lalu kelompok tersebut bukan merupakan organisasi teror.

Lebih dari 1.200 orang, termasuk personil keamanan dan warga sipil, telah kehilangan nyawa mereka di Turki sejak PKK terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa melanjutkan kampanye bersenjata puluhan tahun melawan sate Turki di Juli 2015.

Baca Juga: Serangan Udara Turki Sasar PKK Di Iraq

Partai Pekerja Kurdistan atau Partiya Karkerên Kurdistan atau (Parti Karkerani Kurdistan), atau juga PKK, atau KGK dan sebelumnya sebagai KADEK (Persatuan Demokrasi dan Kebebasan Rakyat Kurdistan) atau KONGRA-GEL (Persatuan Rakyat Kurdistan), adalah organisasi militan Kurdistan yang didirikan pada tahun 1970-an.

PKK dipimpin oleh Abdullah Öcalan sampai penangkapannya tahun 1999. Ideologi Kongra-Gel merupakan ideologi Marxisme-Leninisme dan nasionalisme Kurdi. Tujuan PKK adalah untuk mendirikan negara Kurdi yang merdeka dan sosialis di Kurdistan, wilayah yang terdiri dari Turki tenggara, Irak barat laut, Suriahtimur laut dan Iran barat laut; tempat populasi Kurdi dianggap sebagai mayoritas penduduk. (IF)